Jakarta - Sejumlah hoaks yang mengatasnamakan survei kembali beredar di masyarakat dan menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Polanya beragam, mulai dari janji pemberian uang setelah mengisi survei hingga klaim politik yang dikaitkan dengan lembaga survei tertentu.
Salah satu hoaks yang beredar berupa pesan berantai yang menyebut Kementerian Sosial (Kemensos) membagikan uang Rp 500 ribu dengan cara mengisi survei. Pesan tersebut disebut menyebar sejak akhir pekan dan turut diunggah akun bernama Irna Sriwiyanti di Facebook pada 7 Agustus 2021. Dalam unggahannya, tercantum narasi persyaratan seperti pekerja yang bekerja atau menganggur, bukan TKI, dan harus warga negara Indonesia, disertai tautan untuk “berpartisipasi”.
Hoaks lain muncul dengan mengatasnamakan jaringan ritel Super Indo. Pesan berantai yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan itu menjanjikan uang belasan juta rupiah jika penerima mengisi survei. Pesan tersebut disebut menyebar masif di grup-grup WhatsApp, dengan narasi survei untuk merayakan ulang tahun Super Indo atau menyambut Hari Kemerdekaan. Saat tautan dibuka, muncul tulisan berbahasa Inggris yang menyatakan penerima berkesempatan mendapatkan Rp 11.831.200 melalui pengisian kuesioner.
Selain modus iming-iming hadiah, hoaks terkait survei juga muncul dalam isu politik. Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel yang mengklaim 85 persen rakyat setuju Joko Widodo menjadi presiden lagi pada 2029 berdasarkan survei LSI. Klaim tersebut beredar sejak pekan lalu dan salah satunya diunggah di Facebook pada 29 Januari 2026, disertai tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul “Survei LSI Kepuasan Rakyat Terhadap Mantan Presiden Joko Widodo Meningkat Mencapai 85% Rakyat Setuju Presiden Joko Widodo Presiden Lagi 2029”.
Rangkaian contoh tersebut menunjukkan hoaks berkedok survei dapat muncul dalam berbagai bentuk dan tema. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap pesan berantai dan tautan yang menjanjikan hadiah atau memuat klaim sensasional, terutama yang tersebar luas di platform media sosial maupun grup percakapan.

