Jakarta – Kerajaan Thailand mengumumkan wafatnya Putri Bajrakitiyabha Mahidol, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn, pada usia 47 tahun. Pihak istana menyatakan Putri Bajrakitiyabha meninggal pada Kamis malam, setelah menjalani perjuangan panjang terkait kondisi kesehatannya selama lebih dari tiga tahun.
Putri Bajrakitiyabha, yang akrab disapa Putri Bha, lahir pada 7 Desember 1978. Ia merupakan putri dari pernikahan pertama Raja Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali. Sejak muda, ia dikenal menonjol dalam bidang akademis dan melanjutkan pendidikan tinggi di Amerika Serikat dengan meraih dua gelar pascasarjana dari Universitas Cornell.
Sebelum kembali ke Thailand, Putri Bha sempat berkarier di ranah internasional. Ia pernah bertugas di perwakilan Thailand untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Setelah kembali ke negaranya, ia meniti karier di bidang hukum, termasuk bekerja di kantor Kejaksaan Agung di Bangkok serta sejumlah institusi hukum lainnya.
Kiprahnya di bidang diplomasi berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Duta Besar Thailand untuk Austria pada 2012–2014. Dalam periode tersebut, ia aktif membangun kerja sama dengan berbagai organisasi internasional, termasuk Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC).
Di luar tugas-tugas diplomatik, Putri Bha dikenal memberikan perhatian besar pada isu reformasi sistem pemasyarakatan. Ia kerap menyoroti perlunya perbaikan, khususnya bagi perempuan rentan yang terjerat dalam sistem hukum. Advokasinya menyinggung kondisi Thailand yang disebut memiliki salah satu jumlah narapidana perempuan tertinggi di dunia, serta persoalan hukuman berat bagi pelanggaran narkoba skala ringan.
Putri Bha juga tercatat mengemban peran sebagai Duta Besar UNODC untuk Penegakan Hukum di Asia Tenggara. Melalui posisi itu, ia mendorong reformasi sistem peradilan pidana di Thailand dengan penekanan pada pendekatan yang lebih adil dan manusiawi.
Pada 2021, Putri Bha diangkat menjadi kepala staf di pengawal pribadi Raja Vajiralongkorn, sebuah jabatan strategis yang memberinya pangkat jenderal. Ia juga dikenal aktif menjaga kebugaran dan kerap mengikuti ajang lari jarak jauh.
Seiring posisinya di lingkungan kerajaan, Putri Bha sempat menjadi bahan spekulasi terkait suksesi. Sejumlah pendukung monarki memandangnya sebagai kandidat kuat untuk menggantikan sang ayah, baik sebagai ratu yang berkuasa maupun sebagai wali bagi Pangeran Dipangkorn.
Menurut keterangan Biro Rumah Tangga Kerajaan, Putri Bha menderita infeksi perut yang parah, dan kondisinya terus memburuk hingga akhir hayatnya. Pihak istana menyampaikan ia meninggal dunia dengan tenang pada Kamis malam.
Jenazah Putri Bajrakitiyabha Mahidol dijadwalkan disemayamkan di Istana Agung, Bangkok. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan sesuai tradisi kerajaan Thailand. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga kerajaan dan masyarakat yang mengikuti kiprah serta kontribusinya.