Berbagai cara dilakukan penyedia judi online untuk menjaring korban, salah satunya melalui promosi iklan secara masif di media sosial. Pola ini terlihat dari temuan sejumlah akun yang memasang iklan berisi tautan menuju situs judi dalam periode tertentu.
Berdasarkan pengumpulan data Kompas.com melalui Meta Ad Library pada 31 Mei 2025 hingga 1 Juli 2025, ditemukan 115 akun yang mengiklankan situs judi. Dari penelusuran terhadap URL yang dicantumkan dalam tautan iklan, muncul indikasi bahwa satu situs judi dapat dipromosikan oleh banyak akun sekaligus.
Kompas.com mencatat setidaknya ada 18 situs judi yang dipromosikan dengan pola serupa. Sebagai contoh, situs tiket200.club diiklankan oleh sembilan akun, sementara kecubung788.net dipromosikan oleh lima akun.
Selain itu, ditemukan pula situs judi dengan domain yang mirip dan diiklankan oleh sejumlah akun. Meski nama domainnya tidak selalu sama persis, terdapat indikasi yang mengarah pada entitas situs judi yang sama.
Sejumlah akun yang memasang iklan tersebut juga terindikasi dibuat dalam jumlah besar dan dikelola secara sistematis oleh satu perusahaan. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya praktik “ternak akun”, yakni pembuatan dan pengelolaan banyak akun untuk tujuan promosi.
Jika dilihat dari profilnya, banyak akun menggunakan foto perempuan seksi, sementara sebagian lainnya mengklaim sebagai dokter perempuan. Sejumlah nama selebritas juga dicatut dan digunakan sebagai nama akun yang mengiklankan judi.
Di sisi lain, ada pula akun yang menampilkan diri sebagai “homeless media” seperti podcast PWK. Kompas.com juga menemukan beberapa akun yang secara terang-terangan memakai nama yang merujuk pada brand situs judi.
Temuan ini menggambarkan bagaimana promosi judi online dapat dilakukan melalui jaringan akun yang beragam identitasnya, dengan tujuan memperluas jangkauan iklan di media sosial.

