Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat. Ia menilai kemiskinan kerap diwariskan antargenerasi, sehingga negara perlu hadir melalui akses pendidikan yang setara agar anak-anak memiliki peluang masa depan yang lebih baik.
Prabowo menyebut pemerintah telah membangun 160 sekolah berasrama untuk anak-anak dari kelompok termiskin dan menargetkan jumlahnya meningkat hingga 500 sekolah. “Tujuan kami memutus rantai kemiskinan. Biasanya, anak petani miskin akan tetap menjadi petani miskin. Anak pemulung akan menjadi pemulung. Saya bertekad memutus lingkaran kemiskinan itu,” ujar Prabowo.
Melalui program sekolah berasrama, pemerintah ingin memastikan anak-anak dari kelompok paling rentan memperoleh pendidikan berkualitas, lingkungan belajar yang layak, serta kesempatan yang sama untuk mengubah masa depan.
Selain pembangunan sekolah berasrama, Prabowo juga menyampaikan rencana renovasi 60 ribu sekolah serta pembangunan 1.000 sekolah terpadu modern sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional. Ia meyakini langkah tersebut dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mempercepat mobilitas sosial masyarakat.
Presiden menambahkan, kebijakan pendidikan tersebut sejalan dengan agenda pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi rakyat. Ia mengatakan kemiskinan ekstrem di Indonesia saat ini berada pada titik terendah sepanjang sejarah, dan pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan.
“Tugas seorang pemimpin, kata seorang guru saya, sangat sederhana: membuat kaum miskin dan lemah bisa tersenyum. Itulah misi hidup saya,” kata Prabowo.
Menurutnya, kebijakan sosial pemerintah juga diarahkan untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan berkelanjutan, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis tahunan untuk menekan biaya kesehatan jangka panjang. Prabowo menyatakan langkah-langkah tersebut ditujukan untuk membangun masa depan yang lebih adil, inklusif, dan terbebas dari kemiskinan struktural.

