Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemberantasan kemiskinan ekstrem serta penurunan angka kemiskinan secara keseluruhan menjadi misi hidup yang ingin diwujudkan pemerintahannya dalam empat tahun ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya di hadapan para pemimpin negara pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut kemiskinan ekstrem di Indonesia telah berada pada tingkat terendah dalam sejarah.
"Saya bertekad dalam empat tahun ke depan kita akan memberantas kemiskinan ekstrem dan menurunkan angka kemiskinan secara keseluruhan. Itulah misi hidup saya. Itulah misi saya di sisa hidup saya," kata Prabowo, sebagaimana disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta.
Menurut Prabowo, tidak ada misi yang lebih mulia dan memuaskan daripada menurunkan angka kemiskinan dan memberantas kelaparan. Ia juga mengutip pepatah yang dipelajarinya dari seorang pemimpin politik mengenai tugas pemimpin yang dinilainya sederhana: bekerja keras agar kaum miskin dan lemah dapat tersenyum dan tertawa karena memiliki harapan.
"Sangat sederhana. Apa artinya itu? Jika kaum miskin dan lemah dapat tersenyum dan tertawa, itu berarti mereka memiliki harapan, itu berarti mereka melihat masa depan, itu berarti penghidupan mereka sedang ditingkatkan. Jadi itulah misi saya sekarang, untuk membuat kaum termiskin dan terlemah di Indonesia tersenyum," ujarnya.
Prabowo menambahkan, salah satu upaya menyejahterakan masyarakat miskin ditempuh melalui pemberantasan korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Dalam sambutannya, Prabowo juga memaparkan temuan survei global dari Gallup dan Universitas Harvard yang disebutnya menunjukkan rakyat Indonesia merupakan yang paling bahagia, makmur, dan paling optimistis dibandingkan ratusan negara lainnya. Ia menilai hasil tersebut menggembirakan, namun sekaligus menyedihkan karena masih ada warga yang belum memiliki tempat tinggal layak.
"Saya mengenal rakyat saya, banyak dari mereka tinggal di gubuk, banyak dari mereka tidak memiliki air bersih, banyak dari mereka tidak memiliki kamar mandi, banyak dari mereka makan nasi dengan garam, namun mereka tetap tersenyum, dan mereka tetap memiliki harapan," kata Prabowo.

