Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas kemiskinan ekstrem serta menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Ia menyebut agenda tersebut sebagai misi hidup yang akan diwujudkan pemerintahannya dalam empat tahun mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya di hadapan para pemimpin negara pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia telah berada pada titik terendah sepanjang sejarah.
Menurut Prabowo, tidak ada misi yang lebih mulia dan memuaskan daripada menurunkan angka kemiskinan dan memberantas kelaparan. Ia juga mengutip pepatah yang ia pelajari dari seorang pemimpin politik, bahwa tugas seorang pemimpin pada dasarnya sederhana: bekerja keras agar kaum miskin dan lemah dapat tersenyum dan tertawa karena mereka memiliki harapan.
“Sangat sederhana. Apa artinya itu? Jika kaum miskin dan lemah dapat tersenyum dan tertawa, itu berarti mereka memiliki harapan, itu berarti mereka melihat masa depan, itu berarti penghidupan mereka sedang ditingkatkan. Jadi itulah misi saya sekarang, untuk membuat kaum termiskin dan terlemah di Indonesia tersenyum,” kata Prabowo.
Prabowo juga memaparkan hasil survei global dari Gallup dan Universitas Harvard yang menyebut rakyat Indonesia sebagai yang paling bahagia, makmur, dan paling optimistis dibandingkan ratusan negara lainnya. Ia menilai temuan tersebut menggembirakan, namun sekaligus menyedihkan karena masih ada warga yang belum memiliki tempat tinggal yang layak.

