Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, memasarkan daun pakis dan rebung bambu ke sejumlah wilayah di Jakarta untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Aktivitas penjualan hasil pertanian tersebut disebut membantu mereka keluar dari kemiskinan.
Sukatma (55), petani di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, mengatakan penjualan daun pakis dan rebung dilakukan setiap hari karena permintaan konsumen cukup tinggi. Menurut dia, rata-rata pendapatan dari aktivitas tersebut mencapai Rp1,3 juta per hari.
Ia menjelaskan, daun pakis yang dijual sebanyak 50 ikat dengan harga Rp20 ribu per ikat. Jika dikalkulasikan, penjualan daun pakis menghasilkan Rp1 juta. Sementara itu, rebung dijual sebanyak 30 plastik dengan harga Rp10 ribu per plastik, sehingga menghasilkan Rp300 ribu.
Komoditas tersebut dipasarkan ke pelanggan, antara lain rumah makan Padang, serta pedagang pengecer di sejumlah pasar di Jakarta, seperti Kebayoran, Palmerah, dan Tanah Abang. Sukatma juga menyebut terkadang membawa komoditas lain seperti jengkol, yang diangkut menggunakan jasa KRL.
Sukatma mengaku terbantu dengan adanya layanan commuterline atau Kereta Rel Listrik (KRL) yang memudahkan pengiriman hasil pertanian ke Jakarta.
Kisah serupa disampaikan Saman (50), petani di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Ia mengaku sudah sekitar 20 tahun menjual berbagai komoditas pertanian, mulai dari daun pakis, daun singkong, daun kangkung, daun bayam, hingga daun genjer. Pada musim panen, ia juga menjual buah-buahan seperti rambutan, manggis, dan dukuh.
Saman mengatakan komoditas yang dijual tidak hanya berasal dari kebunnya sendiri, tetapi juga menampung dari petani lain. Ia memasarkan hasil tersebut kepada pedagang pengecer di Pasar Kebayoran, Palmerah, dan Ciputat dengan menggunakan kendaraan colt mini.
Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki mengatakan pemerintah daerah mendorong petani untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian agar dapat mendongkrak ekonomi keluarga sekaligus menghapus kemiskinan ekstrem.
Ia juga menyoroti dukungan sarana distribusi, termasuk penyediaan gerbong khusus untuk komoditas pertanian oleh PT Kereta Api Indonesia, sehingga hasil pertanian dapat dipasarkan ke luar daerah. “Kami minta petani mampu produksi komoditas pertanian dan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Hasbi.

