Bandung – PT Pertamina Patra Niaga menegaskan fokusnya pada pemberdayaan masyarakat, lingkungan, dan isu sosial melalui kunjungan komisaris serta direksi ke Jawa Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan dua program, yakni Program Ngabedahkeun Walahar di Cikampek dan Program Lentera Jiwa di Kabupaten Bandung Barat.
Komisaris Pertamina Patra Niaga, Tina Talisa, mengatakan kegiatan itu menjadi kesempatan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang dijalankan bersama masyarakat, local heroes, pemerintah desa, komunitas, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, keterlibatan perusahaan tidak hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat.
“Pertamina Patra Niaga bukan hanya hadir sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat. Dengan kolaborasi bersama local heroes, pemerintah desa, komunitas, dan pelaku UMKM, diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Tina dalam keterangan yang dikutip Minggu, 26 Juli 2026.
Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, menilai program tersebut menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi manfaat bagi masyarakat. Ia menyoroti pemanfaatan limbah dalam Program Ngabedahkeun Walahar.
“Di Walahar kami melihat bagaimana waste dimanfaatkan dengan baik. Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berjalan dan manfaatnya semakin luas bagi warga sekitar,” kata Siti Zahra.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Patra Niaga, Dewi Kurnia Salwa, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas pihak diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Ia juga menyebut program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan ke depan akan difokuskan agar lebih menjawab kebutuhan dan persoalan yang ada di masyarakat.
“Ke depan, Program TJSL Pertamina Patra Niaga akan difokuskan untuk lebih bermanfaat bagi masyarakat dan yang paling penting adalah bagaimana kami bisa hadir untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Dewi.
Dari sisi warga, Enjang Ramdani yang disebut sebagai salah satu masyarakat sekaligus Local Hero Program Ngabedahkeun Walahar menyampaikan bahwa program tersebut dinilai telah memberikan manfaat, terutama dalam menggerakkan ekonomi warga. “Setelah ada program ini, pendapatan masyarakat meningkat dan ekonomi masyarakat menjadi lebih bergerak,” ujarnya.
Kedua program itu juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program Ngabedahkeun Walahar disebut mendukung SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Adapun Program Lentera Jiwa disebut mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.