PERSAGI Aceh Ajak Masyarakat Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal untuk Tekan Stunting

PERSAGI Aceh Ajak Masyarakat Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal untuk Tekan Stunting

Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Aceh, Dr. Aripin Ahmad, menyebut permasalahan gizi, khususnya stunting pada balita, masih menjadi tantangan serius di Aceh. Meski prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan dari 33,2 persen pada 2021 menjadi 28,6 persen pada 2024, laju penurunannya dinilai masih lambat dan memerlukan upaya yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, serta melibatkan seluruh sektor.

Menurut Aripin, tingginya angka stunting dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi gizi ibu, pola asuh keluarga, budaya masyarakat, hingga kualitas layanan kesehatan dan kebijakan. Ia juga menekankan rendahnya literasi gizi serta pemanfaatan pangan lokal yang belum optimal menjadi kendala utama dalam mewujudkan masyarakat Aceh yang sehat dan mandiri secara pangan.

Dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, PERSAGI Aceh mengajak masyarakat menerapkan pola makan sehat melalui tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”.

Melalui edukasi di sekolah, posyandu, dan komunitas, PERSAGI mendorong keluarga memanfaatkan ikan, sayur, buah, dan pangan lokal sebagai fondasi untuk membangun Generasi Emas Aceh menuju 2045.