Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar seminar untuk melatih ketahanan mental anak sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Kepala DP3AP2KB Bulungan, Andriana, mengatakan seminar tersebut mengangkat tema kesehatan mental dan isu sosial, dengan subtema pentingnya melatih kesehatan mental remaja. Acara berlangsung di Gedung Wanita, Tanjung Selor, Kamis.
Menurut Andriana, peserta seminar berasal dari pengurus Forum Anak Daerah (FAD) di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa atau kelurahan. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti perwakilan sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MAN, dengan total peserta sekitar 350 orang.
Melalui seminar ini, Pemkab Bulungan menargetkan remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda gangguan mental, serta memiliki keterampilan melatih mental yang sehat dan tangguh. Andriana menyebut isu yang dibahas antara lain perundungan, tekanan akademik, dan dampak digitalisasi.
Ia menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan mental dan isu sosial, membekali remaja dengan strategi mengelola stres, kecemasan, serta tekanan sosial, sekaligus mengurangi stigma negatif terkait kesehatan mental di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Andriana menilai seminar semacam ini penting karena remaja merupakan aset bangsa dan penentu masa depan. Namun, ia menyebut remaja saat ini menghadapi tekanan besar, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun media sosial, seiring perkembangan teknologi dan dinamika isu sosial.
Ia juga merujuk data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Kesehatan yang menunjukkan satu dari tiga remaja di Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental ringan hingga sedang. Karena itu, Andriana menegaskan pelatihan ketahanan mental sejak dini menjadi kebutuhan mendesak, mengingat kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental dapat memicu stigma, perundungan, hingga perilaku menyimpang.
Bupati Bulungan, Syarwani, usai membuka seminar menyatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi remaja untuk memperoleh informasi, pengalaman, dan pengetahuan dalam membangun kualitas diri. Ia menekankan bahwa masa depan Bulungan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan berada di tangan generasi muda dan perlu dipersiapkan sejak dini.
Syarwani menambahkan, syarat utama untuk meraih masa depan secara maksimal adalah memastikan diri sehat, baik jasmani maupun rohani. Ia menyebut seminar ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberi perhatian terhadap tumbuh kembang anak-anak di Bulungan.
Menurutnya, pemerintah daerah berkewajiban berkontribusi bersama para pemangku kepentingan untuk menyiapkan masa depan anak-anak, sebagai penerus yang akan melanjutkan pembangunan daerah demi kepentingan masyarakat Bulungan.