Pengamat: Indonesia Butuh Pemimpin yang Konsisten, Jadi Teladan, dan Melek Teknologi Jelang Pemilu 2024

Pengamat: Indonesia Butuh Pemimpin yang Konsisten, Jadi Teladan, dan Melek Teknologi Jelang Pemilu 2024

Pemilu 2024 tinggal beberapa bulan lagi. Hingga kini, bakal calon presiden yang telah mendeklarasikan diri belum mengumumkan siapa pendampingnya. Di tengah situasi itu, publik terus menyoroti sosok yang dinilai tepat untuk memimpin Indonesia ke depan.

Pengamat psikologi politik Suryanto menilai, untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dibutuhkan pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan sekaligus mampu memberi teladan. Menurutnya, tindakan seorang pemimpin harus selaras dan konsisten dengan apa yang diucapkan. “Apa yang dilakukan harus sesuai dan konsisten dengan apa yang diucapkan,” ujar Suryanto kepada wartawan, Selasa (18/7).

Suryanto yang juga Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya mengatakan, setelah mampu menjadi contoh yang baik, pemimpin juga harus konsisten menjalankan perannya. Ia menekankan konsistensi yang dimaksud adalah dalam hal-hal yang baik serta berpegang pada nilai idealisme.

Selain itu, Suryanto menilai calon pemimpin di era saat ini perlu memahami teknologi. Ia menyebut pemimpin tidak boleh gagap teknologi dan harus mampu mengikuti kondisi kekinian melalui perkembangan telekomunikasi.

Dalam penjelasannya, Suryanto sempat menyinggung Menteri BUMN Erick Thohir yang juga Ketua Umum PSSI. Ia menyebut Erick kerap menunjukkan contoh kepemimpinan di lingkungan BUMN maupun PSSI, yang menurutnya dapat menjadi salah satu indikasi figur calon pemimpin nasional. Meski demikian, Suryanto menegaskan tidak ingin menyebut nama sosok tertentu. Ia menilai situasi sosial, politik, dan ekonomi ke depan membutuhkan pemimpin yang lengkap.

Dari sisi psikologis, Suryanto menjelaskan bahwa pemimpin yang memberi contoh baik dan konsisten dapat memengaruhi bawahannya. Menurutnya, karakter ideal seorang pemimpin akan berdampak pada orang-orang yang dipimpinnya, karena prinsip kepemimpinan secara psikologi adalah memengaruhi orang lain. Pengaruh itu diharapkan mendorong perubahan yang lebih baik, baik di lingkungan kerja maupun pada masyarakat luas.

Ia juga menilai Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang tidak sekadar bersifat transaksional dengan lembaga tertentu, melainkan memiliki komitmen terhadap kemajuan bangsa. “Saat ini banyak orang yang menjadi pemimpin karena transaksional. Bukan eranya lagi orang yang berkuasa karena transaksional. Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang bisa kerja. Buka hanya pintar ngomong. Pemimpin yang memiliki karakter yang dapat menjawab tantangan dan membawa bangsa Indonesia menjadi lebih maju lagi,” kata Suryanto.