Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Sinta Agathia Iqbal bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS., menghadiri program “NTB Bicara” bertema Peran Posyandu dalam Upaya Promotif dan Preventif Kesehatan dan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang disiarkan TVRI NTB, Kamis sore, 24 Juli 2025.
Dalam talkshow tersebut, Sinta menyampaikan Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya meningkatkan kualitas posyandu. Saat ini, jumlah posyandu di NTB tercatat mencapai 7.825 posyandu dengan lebih dari 40.000 kader yang tersebar di setiap dusun. Karena itu, peningkatan kapasitas kader menjadi fokus agar pelayanan posyandu dapat berjalan lebih maksimal.
Menurut Sinta, isu kesehatan masyarakat yang ditangani posyandu tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan persoalan lain seperti sanitasi, ekonomi, dan isu sosial. “Oleh karena itu Posyandu bertransformasi hadir dengan unsur kolaboratif yang ada di dalamnya,” ujarnya.
Ia menyatakan optimistis kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui posyandu dapat memberi dampak besar dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat. Namun, ia juga menekankan bahwa upaya awal untuk mendorong transformasi tersebut membutuhkan kerja yang besar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri menilai lebih dari 40.000 kader yang dimiliki daerah merupakan potensi besar. Ia menyebut peningkatan posyandu terus dilakukan dari waktu ke waktu, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia kader.
“Sudah dilakukan secara bertahap dan akan terus ditingkatkan,” kata Hamzi.

