Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) melalui Dinas Sosial (Dinsos) menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltara sebagai upaya memperkuat program pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Aula Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Rabu (21/1/2026). Kesepakatan diteken Kepala Dinsos Kaltara Obed Daniel LT bersama Ketua Baznas Kaltara H. Ubid Hadruni, serta disaksikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltara H. Muhammad Rosyit yang hadir mewakili Gubernur Kaltara.
Kegiatan ini menjadi bagian rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Baznas RI. Dalam sambutannya, Rosyit menyampaikan apresiasi atas sinergi Baznas Kaltara dengan Pemprov Kaltara dalam mendukung program-program sosial, terutama pengentasan kemiskinan.
“Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan program pemberdayaan umat agar lebih tepat sasaran,” kata Rosyit.
Rosyit juga menilai peran Baznas selama 25 tahun terakhir telah berkembang melampaui fungsi konvensional. Menurutnya, Baznas kini menjadi mitra pemerintah dalam merespons persoalan sosial, mulai dari bidang kesehatan hingga kebencanaan.
“Pemerintah Provinsi berkomitmen mendukung penuh penguatan peran Baznas agar zakat benar-benar menjadi pilar kesejahteraan dan kemandirian umat di Kaltara,” ujarnya.
Pada momentum peringatan HUT Baznas yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mikraj 1447 H, Rosyit menyebut kegiatan tersebut dimaknai sebagai pengingat pentingnya integritas dan kepedulian terhadap sesama. Ia juga mencontohkan dukungan konkret dalam penyaluran subsidi maupun bantuan sosial kepada korban bencana melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain itu, sejumlah kegiatan sosial disebut kerap dilakukan secara kolaboratif, seperti pemulangan orang terlantar, penyediaan tempat tinggal sementara, hingga kegiatan sunatan massal.
Rosyit menegaskan penggunaan DTSEN ditujukan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial dan zakat lebih tepat sasaran. “Agar proses penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, sesuai harapan yang memberikan zakat, maka akan melibatkan data DTSEN. DTSEN ini akan kita sajikan supaya yang paling prioritas mendapatkan saluran zakat itu kan fakir miskin, fuqara dan masakin,” jelasnya.
Dalam acara tersebut, Baznas Kaltara juga memberikan penghargaan kepada TVRI sebagai media pendukung utama. Kerja sama dengan media dinilai penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai efektivitas penyaluran zakat melalui lembaga resmi negara.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiah agama. Melalui sinergi Pemprov Kaltara, Baznas, dan mitra media, program penurunan kemiskinan di Kaltara diharapkan berjalan lebih cepat dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

