Sejumlah pemilih di Komune Hoa Binh menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai mendesak kepada delegasi Dewan Rakyat Provinsi dalam pertemuan yang digelar pada sore 12 Juni. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi sekaligus Ketua Dewan Rakyat Provinsi, Pham Van Thieu.
Dalam arahannya, Pham Van Thieu meminta pemerintah daerah memusatkan perhatian pada penyelesaian persoalan kesejahteraan masyarakat serta membangun pemerintahan yang proaktif, konstruktif, dan berorientasi pelayanan.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga Komune Hoa Binh melaporkan lampu jalan yang rusak sehingga mengganggu penerangan kawasan permukiman dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan pada malam hari. Mereka juga menyoroti tingginya harga pupuk nitrogen yang berdampak pada produksi petani.
Selain itu, pemilih meminta pemerintah daerah dan Dewan Rakyat Provinsi memberi perhatian pada penyusunan rencana penamaan jalan di wilayah tersebut, terutama setelah Komune Hoa Binh ditingkatkan statusnya menjadi kelurahan.
Menanggapi isu pupuk, Wakil Direktur Departemen Perindustrian dan Perdagangan, To Minh Duong, memberikan klarifikasi terkait harga pupuk yang dikeluhkan warga. Sementara itu, Kepala Dinas Ekonomi Komune Hoa Binh, Tran Quoc Tuan, menjelaskan sejumlah persoalan lain yang berada dalam kewenangannya.
Pham Van Thieu menyatakan masukan pemilih bersifat valid dan sesuai kondisi nyata. Ia meminta instansi dan pemerintah setempat mempertimbangkan, menangani, serta memberikan jawaban yang memuaskan. Ia juga meminta daerah meninjau jumlah ruas jalan yang masih kekurangan penerangan agar pemasangan lampu dapat segera dilakukan untuk melayani masyarakat.
Dalam pertemuan terpisah, anggota Komite Tetap Komite Partai Provinsi sekaligus Wakil Ketua Dewan Rakyat Provinsi, Bui Tan Bay, bersama delegasi Dewan Rakyat Provinsi, bertemu pemilih di Komune Ninh Quoi. Delapan pemilih menyampaikan kekhawatiran yang berkaitan langsung dengan kehidupan dan kegiatan produksi, termasuk tingginya harga pupuk dan perlengkapan pertanian yang meningkatkan biaya produksi.
Pemilih juga meminta peninjauan kembali tunjangan bagi petugas paruh waktu di tingkat akar rumput, termasuk tunjangan bagi petugas paruh waktu setelah pensiun akibat reorganisasi dusun, terutama bagi mereka yang telah lama mengabdi di masyarakat.
Sejumlah isu lain turut disampaikan, seperti masih adanya rumah tangga yang memelihara babi dan membangun toilet di atas sungai yang menyebabkan pencemaran lingkungan, serta penggunaan pengeras suara portabel dengan volume tinggi yang menimbulkan keresahan. Pemilih juga meminta perhatian terhadap investasi dan peningkatan sistem transportasi pedesaan yang dinilai sudah usang, solusi atas kendala prosedur pertanahan, peninjauan infrastruktur irigasi, serta perencanaan ulang area produksi.
Setelah mendengarkan aspirasi, perwakilan berbagai sektor dan pemerintah setempat memberikan penjelasan serta klarifikasi sesuai kewenangan masing-masing. Bui Tan Bay menyampaikan apresiasi atas pendapat yang dinilai tulus dan praktis, serta meminta instansi terkait merespons cepat permintaan sah masyarakat. Ia menegaskan persoalan yang berada dalam kewenangan setempat perlu ditangani secara proaktif sesuai aturan, sementara isu di luar kewenangan akan dihimpun dan diteruskan ke lembaga terkait untuk dipertimbangkan dan diselesaikan.