Pegiat Literasi Papua Serahkan Dua Buku tentang Tanah Adat dan Konflik Papua kepada Gubernur Jawa Barat

Pegiat Literasi Papua Serahkan Dua Buku tentang Tanah Adat dan Konflik Papua kepada Gubernur Jawa Barat

JAYAPURA — Pegiat literasi Papua, Angginak Sepi Wanimbo, menyerahkan dua buku bertema Papua kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di sela konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III di Jayapura, Jumat (29/5/2026).

Penyerahan tersebut disebut sebagai bagian dari ruang dialog intelektual yang membahas isu sosial, budaya, hingga hak masyarakat adat Orang Asli Papua (OAP). Dua buku yang diberikan berjudul Transmigrasi dan Hak Atas Tanah Adat Orang Asli Papua karya Sepi Wanimbo, serta Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua karya Socratez Sofyan Yoman.

Sepi Wanimbo menyampaikan, buku dipandang sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan dan realitas kehidupan masyarakat Papua kepada pemangku kebijakan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Ia mengatakan kedua buku itu dibawa dari Tiom ke Jayapura sebagai bentuk komitmen menyuarakan isu sosial dan hak-hak masyarakat adat melalui pendekatan intelektual.

“Buku adalah media yang efektif untuk menjelaskan berbagai persoalan sosial, budaya, dan hak masyarakat adat Papua kepada para pemimpin daerah,” ujarnya.

Sepi Wanimbo yang juga Ketua APS Lanny Jaya menilai Dedi Mulyadi merupakan figur yang memiliki perhatian terhadap isu-isu kemasyarakatan, termasuk Papua. Ia berharap buku-buku tersebut dapat memperluas perspektif pembaca mengenai kondisi di Tanah Papua.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menerima buku tersebut dan menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan budaya, bahasa, serta kelestarian lingkungan di Tanah Papua. Ia berpesan agar masyarakat Papua terus menjaga tanah, hutan, dan budaya sebagai sumber kehidupan dan identitas OAP.