Pandji Sebut Ada Sekitar 10 Laporan Polisi Terkait Materi Komedi, Candaan Berujung Isu Sosial

Pandji Sebut Ada Sekitar 10 Laporan Polisi Terkait Materi Komedi, Candaan Berujung Isu Sosial

Komika Pandji mengungkapkan adanya sekitar 10 laporan polisi yang berkaitan dengan materi komedi yang ia bawakan di atas panggung. Ia mengaku terkejut dengan jumlah laporan tersebut, meski menyadari profesi komika memiliki risiko tersendiri, terutama ketika materi bersentuhan dengan isu publik.

Pandji menjelaskan, sebagian laporan terkait candaan yang menyinggung fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu contoh yang ia sebut adalah penggunaan kata “ngantuk” dalam konteks humor.

Ia menilai komedi kerap berangkat dari pengamatan sederhana, namun ketika disampaikan kepada audiens yang lebih luas, maknanya tidak selalu berhenti pada tawa. Dalam situasi tertentu, candaan dapat dipahami sebagai kritik, bahkan dianggap menyinggung.

Selain soal fisik pejabat publik, Pandji menyebut ada pula laporan yang berkaitan dengan dugaan penistaan agama. Materi tersebut berhubungan dengan candaan mengenai salat dan praktik keagamaan. Ia menyoroti bahwa isu keagamaan kerap menjadi wilayah sensitif dalam kehidupan sosial, sehingga candaan di area ini mudah dipersepsikan sebagai pelanggaran nilai meski disampaikan dalam konteks humor.

Terkait pihak pelapor, Pandji mengatakan laporan-laporan itu berasal dari gabungan sejumlah organisasi. Ia menyebut ada pihak yang mengaku mewakili NU dan Muhammadiyah. Namun ia menegaskan pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadinya; tidak ada klaim resmi dari organisasi yang bersangkutan, dan ia juga tidak mengingat secara rinci siapa saja pihak yang melapor.

Pandji menilai fenomena ini menunjukkan bagaimana identitas kolektif kerap muncul dalam respons terhadap isu yang dianggap sensitif. Di sisi lain, ia menekankan pentingnya komunikasi dan dialog. Menurutnya, sejauh ini tidak ada pihak yang secara langsung disebut dalam materi komedinya yang menyatakan keberatan secara terbuka.