Banyuwangi—Komunitas Pelajar Skena bersama PC IPNU Banyuwangi dan BEM Poliwangi menggelar nonton bareng (nobar) sekaligus diskusi film Pesta Babi di Warkop Jalan Sukses Selalu, Jumat (15/05/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai elemen, di antaranya Aliansi Pelajar Banyuwangi, kader IPNU se-Banyuwangi, mahasiswa Papua, mahasiswa Banyuwangi, hingga masyarakat sipil.
Koordinator Pelajar Skena sekaligus Ketua Panitia, Bagas Husron Jillyansyach, menyebut agenda tersebut sebagai ruang alternatif bagi pelajar untuk berdiskusi dan memahami realitas sosial melalui media film. “Pelajar bukan cuma mesin hafalan dan angka-angka rapor. Pelajar juga manusia yang punya keresahan, ketakutan, luka, dan hak untuk memahami realita sosial di sekitarnya,” kata Bagas.
Menurutnya, pemutaran film itu tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga pintu masuk untuk membahas isu kekerasan, ketidakadilan, solidaritas, serta suara kelompok kecil yang kerap dibungkam. Ia menilai budaya pendidikan saat ini sering menuntut kepatuhan tanpa memberi ruang bagi pelajar untuk bertanya dan berpikir kritis.
Karena itu, panitia berupaya menghadirkan ruang yang aman bagi pelajar untuk berdialog serta bertukar pengalaman dan perspektif. “Melalui seni, film, musik, dan diskusi, pelajar bisa belajar memahami kehidupan sekaligus membangun keberpihakan terhadap sesama manusia,” ujarnya.
Selain pemutaran film dan diskusi, kegiatan tersebut juga menyediakan ruang baca buku gratis sebagai bahan untuk memulai pembahasan. Panitia menyatakan agenda ini sekaligus ditujukan untuk menumbuhkan solidaritas dan kultur kolektif di kalangan pelajar serta mahasiswa di Banyuwangi.
Ke depan, panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai wadah belajar alternatif dan ruang bersuara bagi generasi muda terhadap isu kemanusiaan dan ketidakadilan sosial.