Kegiatan nonton bareng (nobar) sekaligus diskusi film dokumenter Pesta Babi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat sambutan antusias dari kalangan anak muda. Sekitar 70 peserta dari berbagai komunitas dan organisasi hadir mengikuti kegiatan yang digelar pada Sabtu malam (9/5/2026).
Acara berlangsung di aula Sekretariat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kotim dan diinisiasi oleh Komunitas Teras Baca Merdeka. Relawan penyelenggara, Cici Patmawati, menyebut pemutaran film tersebut digelar untuk merespons permintaan anak muda yang ingin menonton dokumenter itu secara bersama-sama.
“Untuk nobar Pesta Babi ini, kami menanggapi permintaan, khususnya anak muda yang ingin menonton film dokumenter tersebut. Karena memang saat ini film itu tidak bisa ditonton perorangan dan harus melalui nobar,” ujar Cici.
Ia menjelaskan, sejak dibentuk pada 2023, Teras Baca Merdeka rutin menggelar nobar film. Dalam setahun, kegiatan serupa minimal dilaksanakan dua kali, dengan pilihan film bertema sosial.
“Film yang kami putar biasanya film-film bernuansa sosial, termasuk film Pesta Babi ini,” katanya.
Pesta Babi merupakan film dokumenter investigatif berdurasi sekitar 1 jam 35 menit yang disutradarai Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini mengangkat isu konflik tanah adat, deforestasi, serta proyek agribisnis skala besar di Papua Selatan.
Judul Pesta Babi diambil dari tradisi budaya masyarakat Papua. Bagi sebagian masyarakat Papua, pesta babi melambangkan kehormatan, persaudaraan, dan keseimbangan hidup.
Selama pemutaran, peserta tampak mengikuti alur cerita yang memuat kritik sosial dan isu kemanusiaan. Setelah film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama.
Cici menyebut jumlah peserta kali ini lebih banyak dibanding kegiatan nobar sebelumnya. “Kami cukup senang karena yang hadir cukup banyak, mencapai sekitar 70 orang. Biasanya kalau kami mengadakan nobar, yang datang hanya sekitar 50 orang termasuk panitia,” tambahnya.
Penyelenggara menilai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk membangun budaya diskusi di kalangan anak muda melalui film dokumenter.
Film Pesta Babi merupakan hasil kolaborasi beberapa organisasi dan media, yakni Watchdoc, Jubi Media, Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia.