JOMBANG – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, yang dikerjakan PT Waskita Karya memunculkan pertanyaan publik. Hingga pekerjaan berjalan, nilai anggaran proyek yang khusus untuk Kabupaten Jombang belum diketahui secara pasti.
Proyek Sekolah Rakyat di Jombang disebut merupakan bagian dari kontrak paket besar yang mencakup lima daerah, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Jombang. Nilai total paket tersebut mencapai Rp1.165.669.943.000. Namun, pembagian nilai proyek untuk masing-masing daerah, termasuk Jombang, belum ditetapkan secara rinci.
Site Manager PT Waskita Karya, Dwi Setiawan, mengatakan pihaknya belum dapat menjelaskan nilai proyek Sekolah Rakyat untuk Jombang secara detail karena masih dalam proses pengolahan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Untuk masalah nominal, kami belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam proses pengolahan oleh PPK. Setiap daerah kan nilainya berbeda-beda, tergantung volume pekerjaan tambah-kurangnya. Kontraknya masih bersifat glondongan,” ujar Dwi, Kamis (22/1/2026).
Dwi menegaskan, nilai yang dapat disampaikan saat ini baru sebatas nilai global untuk paket lima daerah tersebut. “Totalnya Rp1,165 triliun untuk lima Sekolah Rakyat di Surabaya, Gresik, Tuban, Sampang, dan Jombang. Untuk pemetaan nilai per daerah masih diolah oleh pusat,” katanya.
Terkait informasi yang beredar bahwa pekerjaan di lapangan melibatkan perusahaan lain asal Semarang, Dwi membantah adanya subkontrak. Menurut dia, pelaksanaan proyek menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO).
“Jadi kontraktornya PT Waskita Karya dengan PT CAG (Cipta Adi Guna). Jadi bukan disubkan. Kami satu kesatuan dalam proyek ini,” tegasnya.
Mengenai progres pekerjaan, Dwi menyebut realisasi di lapangan melampaui target. Ia menjelaskan progres kumulatif rencana sebesar 5,75 persen, sementara realisasi mencapai 7,27 persen, dengan deviasi positif 1,52 persen.
Meski demikian, kondisi proyek yang sudah berjalan sementara nilai anggaran khusus untuk Jombang belum dipaparkan secara rinci tetap memunculkan pertanyaan publik. Transparansi nilai proyek dinilai penting mengingat besarnya dana yang digunakan dan keterkaitannya dengan kepentingan pendidikan masyarakat.

