Kegiatan ngaji dan diskusi alumni SMA Islam angkatan 87 menjadi ruang refleksi tentang peran aspek spiritual dalam menjaga kesejahteraan dan kualitas hidup, terutama saat memasuki usia lanjut. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan spiritual dinilai semakin menonjol dan dapat menjadi penopang ketenangan batin di masa tua.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Thalabul Ilmi (Ngaji dan Diskusi Bareng) bersama Ustadz Alfin Shahih yang diikuti puluhan jamaah pengajian alumni SMA Islam angkatan 87 bertajuk “Seduluran Saklawase.” Acara digelar di rumah salah satu alumni, Arief (Nacenk), di Jalan Lahor No. 25, Kota Malang, Minggu (25/1/2026).
Para alumni mengikuti kajian dengan antusias. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi mereka yang mulai memasuki fase usia lanjut.
Dalam pemaparannya, Ustadz Alfin menegaskan bahwa lansia merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dari sisi spiritual. Menurutnya, kesehatan spiritual berperan besar dalam membantu lansia menghadapi perubahan fisik, psikologis, dan sosial.
“Memasuki masa lansia, individu menghadapi berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi kesejahteraan mereka,” ujar Ustadz Alfin.
Ia menambahkan bahwa selain menjaga kesehatan fisik, kesejahteraan spiritual juga perlu mendapat perhatian serius. Aspek spiritual dinilai dapat membantu lansia mencapai ketenangan batin dan menghadapi tantangan hidup dengan lebih bijak.
“Aspek spiritual mengacu pada dimensi non-fisik dalam diri manusia, yang mencakup pencarian makna, tujuan, dan hubungan dengan yang transenden. Pada masa lansia, kebutuhan spiritual menjadi semakin menonjol. Lansia seringkali mengalami refleksi diri yang mendalam, mencari makna hidup, dan ingin terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri mereka,” katanya.
Ustadz Alfin juga memaparkan sejumlah manfaat ketika aspek spiritual diperhatikan, antara lain peningkatan kesejahteraan psikologis, berkurangnya stres, kecemasan, serta depresi. Selain itu, perhatian pada dimensi spiritual disebut dapat memperkuat daya tahan dan kemampuan beradaptasi, serta mempererat hubungan sosial dan dukungan komunitas.
Menurutnya, implementasi aspek spiritual dalam kehidupan lansia dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti menjalankan praktik keagamaan dan spiritual, melakukan refleksi serta kontemplasi, aktif dalam komunitas keagamaan, dan mendapatkan dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
Menutup kajiannya, Ustadz Alfin menyampaikan pesan agar jamaah menjaga konsistensi dalam berbuat baik sesuai fase kehidupan masing-masing. “Yang pertama, pesan saya adalah yang konsisten untuk berbuat baik sesuai dengan keadaan masing-masing. Lakukanlah pengingat secara periodik untuk menyadari posisi kita dalam kehidupan. Kita ini di usia senja, di usia dini. Karena seseorang itu kalau bersikap sesuai dengan keadaannya itu akan tepat. Jadi raihlah kemuliaan di akhir umur dan kemuliaan di negeri akhirat,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, para alumni berharap kajian serupa dapat terus berlanjut sebagai ruang refleksi dan penguatan spiritual, khususnya dalam mempersiapkan masa tua yang lebih bermakna dan penuh ketenangan.
Di akhir acara, jamaah juga membahas agenda persiapan puasa Ramadhan. Ketua pengajian H. Hafidz menyampaikan rencana penggalangan donasi dari anggota grup alumni untuk kegiatan sosial. “Kita akan kumpulkan donasi dari temen temen di grub. Hasilnya kita belikan sembako dan di bagikan ke para alumni yang berhak H-1 Puasa Ramadhan,” ujarnya, yang diamini anggota pengajian lainnya.

