Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN Kabuh berlangsung pada 14–17 Juli. Kegiatan ini diawali dengan pra-MPLS pada 10 Juli yang diikuti 288 siswa baru.
Pembukaan MPLS turut diwarnai penampilan poster bertema “no pinjol” dan “no judol”. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN Kabuh, Amiroh MKom, menjelaskan materi inti MPLS mencakup wiyata mandala, profil lulusan, serta penguatan “7 kebiasaan anak Indonesia hebat”.
Selain itu, siswa mendapatkan materi pencegahan berbagai isu sosial, mulai dari judi online, kekerasan, Napza, pinjaman online, pornografi, hingga pernikahan dini. Menurut Amiroh, materi pencegahan pornografi dan perkawinan anak diberikan agar siswa peka terhadap risiko sosial dan mampu menerapkan budaya anti terhadap isu-isu tersebut.
Dalam rangkaian kegiatan, siswa juga diajak melakukan refleksi dan doa sebelum pulang. Setiap pagi, siswa baru menyanyikan mars sekolah dan menyaksikan demonstrasi kegiatan ekstrakurikuler, seperti paskib, tari, PMR, dan fotografi.
Amiroh menegaskan MPLS di SMKN Kabuh diarahkan untuk mengajak siswa tumbuh bersama dalam lingkungan yang humanis dan harmonis, sekaligus menggali serta mengembangkan potensi, bakat, dan minat mereka.