Kehadiran delegasi pemenang program MLBB Goes to School dan Teacher Ambassador (TA) asal Surabaya di Arena M7 World Championship, Jakarta, disebut menjadi penanda bahwa ekosistem gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) mulai dimanfaatkan lebih luas, termasuk sebagai sarana pembentukan karakter bagi siswa SD dan SMP.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi Moonton Games, sekolah, dan pemerintah daerah. Gim yang selama ini identik dengan hiburan diarahkan menjadi media edukasi berbasis nilai.
Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, mengatakan MLBB Goes to School dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. “Fokus kami bukan mencetak semua anak menjadi pemain profesional. Kami ingin menanamkan nilai seperti menerima kekalahan, kerja sama tim, dan sikap rendah hati saat menang. Itu adalah soft skill penting dalam kehidupan nyata,” ujar Erina di sela-sela M7 World Championship.
Erina menekankan, peran guru dinilai krusial agar gim benar-benar berfungsi sebagai alat edukasi. Karena itu, Moonton menggagas program Teacher Ambassador yang membekali guru dengan pendekatan untuk masuk ke dunia siswa melalui gim.
Dalam pelaksanaannya, para guru menerapkan pilar ‘Pray, Respect, Peace Out’ (DTS). Pilar ini mengajarkan siswa berdoa sebelum bermain, saling menghormati, serta menghindari perilaku toksik saat berinteraksi di dunia digital.
Di Surabaya, respons tenaga pendidik terhadap program tersebut disebut positif. Komunitas Teacher Ambassador yang awalnya beranggotakan 50 guru kini berkembang menjadi 328 guru yang aktif mendampingi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menilai pendekatan itu sejalan dengan realitas anak-anak di era digital.

