Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta menggelar Sidang Senat Terbuka untuk memperingati Milad ke-43 di kampus setempat, Senin, 27 Juli 2026. Agenda tahunan ini diisi dengan penyampaian laporan capaian universitas, orasi ilmiah, serta penyerahan apresiasi bagi tenaga pengajar berprestasi.
Rektor UNIBA Surakarta, Ipmawan Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa perjalanan UNIBA sejak berdiri pada 1983 menjadi pijakan untuk terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Ia menilai tahun 2026 sebagai fase krusial dalam peta jalan rencana strategis kampus.
Menurut Ipmawan, tahun 2026 merupakan bagian penting dari implementasi rencana strategis universitas periode 2023–2027, dengan fokus penguatan daya saing nasional menuju internasional. Ia juga menekankan arah penelitian UNIBA agar tidak berhenti pada laporan ilmiah, melainkan menjadi solusi bagi persoalan masyarakat.
Selain penguatan mutu pendidikan dan percepatan ekosistem smart campus, UNIBA melaporkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Saat ini, UNIBA memiliki 67 dosen tetap, dengan lebih dari 20 dosen di antaranya telah bergelar doktor dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir memberikan arahan, mengapresiasi dedikasi UNIBA dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menyoroti tema milad, yakni pengembangan ekonomi kreatif berbasis inovasi digital dan nilai-nilai Pancasila untuk menopang daya saing daerah.
Astrid menekankan kebutuhan pemerintah daerah terhadap perspektif kampus, termasuk dosen dan peneliti, dalam menjawab persoalan sosial dan lingkungan di sekitar masyarakat. Ia menyatakan fokus tidak hanya pada penciptaan produk, tetapi juga pada lahirnya inovasi yang menjawab tantangan nyata.
Puncak peringatan Milad ke-43 UNIBA ditutup dengan orasi ilmiah oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin.