Menaker Yassierli: Dialog Sosial Jadi Kunci Menjawab Tantangan Ketenagakerjaan

Menaker Yassierli: Dialog Sosial Jadi Kunci Menjawab Tantangan Ketenagakerjaan

Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya dialog sosial sebagai kunci penyelesaian berbagai isu ketenagakerjaan di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Ia menyebut komunikasi konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh menjadi fondasi untuk menghasilkan kebijakan yang seimbang bagi semua pihak.

“Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, dialog sosial yang konstruktif menjadi kunci agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi, saling menghormati, dan pencarian solusi yang seimbang bagi seluruh pihak,” kata Yassierli saat membuka Silaturahmi Nasional Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional di Ruang Tridarma Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Yassierli menyampaikan, semangat kemitraan tripartit yang setara telah melahirkan beragam rekomendasi kebijakan strategis melalui LKS Tripartit Nasional periode 2023–2026. Dalam periode tersebut, LKS Tripnas menggelar 41 Rapat Badan Pekerja dan 20 Sidang Pleno untuk membahas isu-isu strategis ketenagakerjaan.

“LKS Tripartit Nasional telah menjadi ruang yang produktif bagi kita untuk saling bertukar pandangan dan mencari solusi bersama atas dinamika ketenagakerjaan Indonesia. Semoga nilai-nilai kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong tripartit ini terus terjaga,” ujarnya.

Menurut Yassierli, rekomendasi yang dihasilkan mencakup upaya pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, penguatan pengawasan ketenagakerjaan, penataan regulasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), serta penelaahan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya (outsourcing).

Selain itu, LKS Tripnas juga mendorong sinkronisasi regulasi ketenagakerjaan pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi, penerapan sistem pengupahan berbasis produktivitas, penguatan Gerakan Produktivitas Nasional, peningkatan kompetensi pekerja, serta sertifikasi ahli produktivitas.

Yassierli yang juga menjabat Ketua LKS Tripnas periode 2023–2026 berharap silaturahmi nasional tersebut dapat memperkuat kebersamaan antarpihak dalam menjaga kemitraan tripartit. “Semoga silaturahmi hari ini semakin mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara kita. Mari kita jaga dan terus perkuat nilai-nilai kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong tripartit yang telah kita bangun bersama,” katanya.

Sejalan dengan pernyataan Menaker, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI dan Jamsos) Indah Anggoro Putri menilai capaian LKS Tripnas sepanjang 2023–2026 menunjukkan efektivitas kemitraan tripartit dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.

“Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif ketiga unsur tripartit yang mencerminkan semangat musyawarah mufakat dan kemitraan yang setara,” ujar Indah yang juga Wakil Ketua LKS Tripnas periode 2023–2026 dari unsur pemerintah.