Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Yassierli menyebut revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, sebagai momentum penting untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pernyataan itu disampaikan Yassierli saat kunjungan kerja dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan BLK di Sumbawa Barat, Kamis. Ia menilai pelatihan vokasi menjadi salah satu solusi strategis untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing.
Menurut Yassierli, Presiden Republik Indonesia mengarahkan agar pelatihan vokasi di seluruh Indonesia terus dioptimalkan. Ia menekankan, keberadaan BLK tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam negeri, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri.
“Presiden memiliki visi agar Indonesia mampu mengirim hingga 500 ribu tenaga kerja ke luar negeri,” kata Yassierli. Ia menambahkan, target tersebut membutuhkan persiapan bahasa, keterampilan, serta kompetensi kerja yang jelas. Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja dalam negeri juga dinilai sangat spesifik, mulai dari sektor pariwisata, hilirisasi industri, hingga sektor-sektor strategis lainnya.
“Di sini lah peran BLK menjadi sangat penting,” ujarnya.
Yassierli menyatakan kementeriannya siap mendukung penuh pembangunan dan pengembangan BLK Sumbawa Barat. Ia juga berharap BLK ini dapat menjadi salah satu percontohan yang dikelola secara profesional melalui kolaborasi dengan industri setempat.
Menaker menargetkan BLK mampu melahirkan lulusan berkompetensi, termasuk kompetensi kewirausahaan, inovasi, serta keterampilan baru seperti Information Technology (IT), digital marketing, web development, dan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, keterampilan tersebut merupakan kompetensi masa depan yang perlu mulai disiapkan.
Di akhir sambutannya, Yassierli menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat atas kolaborasi lintas sektor yang dinilai kuat. Ia mengatakan, kekompakan dan sinergi yang ditunjukkan menjadi modal besar bagi Sumbawa Barat untuk maju dan menjadi salah satu kabupaten percontohan di Indonesia.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menyampaikan revitalisasi BLK merupakan langkah strategis dan menjadi momen awal dari perencanaan besar pemerintah daerah dalam pengembangan pelatihan vokasi.
Amar menegaskan revitalisasi tersebut tidak hanya sebatas pemindahan lokasi BLK lama ke lokasi baru, tetapi juga mencakup pembaruan program, sistem, serta jenis pelatihan vokasi yang akan dilaksanakan.

