Mahasiswa Arsitektur UNNES Gagas Renovasi Rumah Terbengkalai Jadi Rumah Baca di Klampis Ngasem Surabaya

Mahasiswa Arsitektur UNNES Gagas Renovasi Rumah Terbengkalai Jadi Rumah Baca di Klampis Ngasem Surabaya

Menurunnya minat baca anak-anak disebut menjadi persoalan yang dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kurangnya kebiasaan membaca sejak dini, keterbatasan akses bahan bacaan yang menarik, hingga penggunaan gawai tanpa pengawasan. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan serta kemampuan berpikir kritis.

Berangkat dari isu tersebut, dua mahasiswa Arsitektur Universitas Negeri Semarang (UNNES), Amalia Nur Setiani dan Utiana Gea Nardarani, menggagas renovasi sebuah rumah terbengkalai menjadi rumah baca di Desa Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Program ini didukung mitra pelaksana lapangan dari CV Duta Cermat Mandiri.

Gagasan tersebut menempatkan arsitektur tidak hanya sebagai upaya membangun ruang yang estetis dan fungsional, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial. Renovasi rumah baca ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca anak-anak sekaligus menjadi ruang sosial bagi warga sekitar.

Dalam proses perancangannya, tim menyebut desain tidak disusun secara sepihak. Diskusi dilakukan dengan pemilik rumah dan ketua RT setempat untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus menyusun rencana renovasi yang efisien.

Pelaksanaan di lapangan turut melibatkan Thomas, project manager dari CV Duta Cermat Mandiri, yang berperan menjembatani gagasan desain dengan kebutuhan teknis. Kolaborasi ini ditujukan agar rencana renovasi tidak berhenti pada konsep, melainkan dapat diwujudkan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Secara konseptual, renovasi dirancang tanpa mengubah keseluruhan ruang bangunan. Fokus pekerjaan meliputi penggantian konstruksi yang tidak layak pakai, pengecatan ulang, perancangan interior, serta penambahan furnitur yang dinilai tepat guna.

Sejumlah perubahan fungsi ruang juga direncanakan. Ruangan yang sebelumnya kamar tidur akan dijadikan ruang les privat dengan tenaga pengajar yang disediakan pemilik rumah. Ruang tamu akan diubah menjadi perpustakaan umum yang dapat dikunjungi masyarakat dengan koleksi buku edukasi. Ruang makan dirancang menjadi kantin kejujuran untuk menanamkan nilai kejujuran bagi anak-anak maupun pengunjung dewasa. Sementara kamar mandi disebut tidak mengalami banyak perubahan, dan area teras serta garasi akan dijadikan taman bermain dengan beberapa wahana guna menarik minat anak-anak berkunjung.

Bagi Amalia dan Utiana, keterlibatan dalam proyek ini menjadi sarana penerapan ilmu arsitektur yang diperoleh di bangku kuliah. Keduanya terlibat dalam penyusunan desain, diskusi dengan pemilik rumah dan ketua RT, penyusunan rencana anggaran biaya (RAB), serta pengawasan saat proyek berlangsung. Mereka juga menyebut pendampingan tenaga profesional memberi pembelajaran langsung mengenai pelaksanaan proyek di lapangan.

Program renovasi rumah terbengkalai menjadi rumah baca ini disusun melalui observasi, analisis data lokasi, serta diskusi dengan pihak terkait. Inisiatif tersebut disebut mendapat antusias warga dan diharapkan menjadi manfaat jangka panjang sebagai ruang publik bagi masyarakat Desa Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya.