Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) meluncurkan Akademi GUMI KITA (Gerakan untuk Masyarakat yang Inklusif dan Iklim Setara) sebagai ruang belajar interaktif untuk mendorong perubahan sosial yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Peluncuran berlangsung di Lombok Timur pada Rabu, 20 Mei 2026, sekaligus menjadi bagian dari refleksi perjalanan hampir 20 tahun LPSDM dalam pemberdayaan masyarakat dan membangun ruang-ruang koneksi sosial yang berdampak.
LPSDM menilai peluncuran akademi ini penting di tengah tantangan ruang sipil dan demokratisasi yang dinilai semakin menyempit, serta meningkatnya persoalan inklusivitas sosial, ketimpangan ekonomi, dan perubahan iklim. Melalui gerakan bersama, LPSDM berharap dapat mendorong lahirnya masyarakat yang lebih peduli dan berdaya.
Direktur LPSDM, Ririn Hayudiani, mengatakan Akademi GUMI KITA dirancang tidak hanya menghadirkan teori, tetapi juga pengalaman praktik serta kolaborasi lintas kelompok masyarakat. Menurutnya, akademi ini berfokus pada pengembangan keahlian praktis bagi semua kalangan, terutama anak muda, untuk merespons isu-isu sosial seperti kesetaraan gender, ekonomi, dan perubahan iklim.
Ririn menambahkan, di tengah dinamika sosial dan tantangan global, generasi muda dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat serta mendukung pembangunan yang lebih adil dan inklusif.
Selain itu, Akademi GUMI KITA disebut sebagai media konektivitas yang membuka ruang partisipasi masyarakat untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan perubahan perilaku yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Ririn mengatakan akademi ini diharapkan dapat menjadi ruang koneksi bagi semua orang, termasuk untuk memperkuat personal branding terutama pada isu gender, sosial, dan lingkungan.
LPSDM berharap peluncuran Akademi GUMI KITA menjadi langkah awal membangun ekosistem perubahan sosial yang lebih bermakna, khususnya bagi anak muda dan komunitas. Akademi ini juga ditargetkan memperkuat ruang konektivitas yang lebih adil, setara, dan adaptif terhadap perubahan sosial dengan perspektif inklusi sosial.
Adapun tujuan peluncuran Akademi GUMI KITA meliputi pengenalan program kepada publik, peningkatan kesadaran terhadap isu kesetaraan gender, ekonomi, perubahan iklim, dan humanitarian, serta pembukaan ruang konektivitas antar kelompok masyarakat, terutama kalangan muda. “Launching Akademi GUMI KITA diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ruang belajar kolaboratif yang mampu melahirkan individu dan komunitas yang kreatif, adaptif dan berdampak,” kata Ririn.
Di luar fungsi pengembangan kapasitas, akademi ini juga diharapkan menjadi strategi penguatan keberlanjutan program dan fundraising LPSDM melalui pengembangan ekosistem pembelajaran, kolaborasi, dan kemitraan yang partisipatif. Dengan demikian, Akademi GUMI KITA diharapkan tidak hanya menjadi wadah belajar, tetapi juga bagian dari upaya membangun kemandirian lembaga dan memperluas dampak sosial bagi masyarakat.