KPAI Tanggapi Polemik Hak Asuh Anak Ruben Onsu–Sarwendah yang Ramai di Media Sosial

KPAI Tanggapi Polemik Hak Asuh Anak Ruben Onsu–Sarwendah yang Ramai di Media Sosial

Jakarta — Polemik yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan interaksi Thalia dengan sosok yang disebut dekat dengan Sarwendah ramai diperbincangkan di media sosial. Beragam reaksi muncul, termasuk dari warganet yang menilai situasi tersebut telah melampaui batas kewajaran dan mendesak adanya langkah tegas untuk melindungi kepentingan anak.

Perdebatan yang berkembang tidak hanya menyoroti isi video yang viral, tetapi juga memunculkan kembali isu hak asuh anak pascaperceraian Ruben dan Sarwendah. Di tengah sorotan yang meluas, pihak Ruben melalui kuasa hukumnya menyampaikan bahwa opsi mengajukan hak asuh anak kini menjadi salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan secara serius. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga turut angkat suara terkait polemik tersebut.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengatakan pembahasan mengenai hak asuh anak sebenarnya bukan hal baru. Ia menyebut, sebelum persoalan ini ramai menjadi konsumsi publik, Ruben telah menyampaikan keluhan terkait keterbatasan akses untuk bertemu dengan anak-anaknya.

“Ya, jadi kan sebelum masalah ini menjadi membesar seperti hari ini, sebenarnya Ruben sudah mengeluh terkait tidak adanya kesempatan untuk bertemu dengan anaknya,” kata Minola Sebayang, dikutip dari unggahan di YouTube, Rabu, 10 Juni 2026.

Minola menjelaskan, secara hukum seorang ayah tetap memiliki hak untuk mengajukan permohonan pengasuhan anak, meskipun dalam banyak kasus hak asuh anak yang masih di bawah umur berada di tangan ibu. “Dan Ruben juga sudah berdiskusi dengan kita apakah ada upaya yang bisa dilakukan. Ya tentu upayanya adalah memperjuangkan hak asuh itu,” ujarnya.

Menurut Minola, hukum di Indonesia juga memberi ruang bagi seorang ayah untuk mengajukan pengalihan hak asuh apabila terdapat alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Karena itu, pihaknya saat ini masih mengkaji berbagai kemungkinan langkah yang dapat ditempuh jika Ruben memutuskan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

Meski demikian, Minola menegaskan Ruben hingga kini masih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, perkembangan situasi belakangan membuat sejumlah opsi kembali dipertimbangkan.