Semangat inovasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menguat melalui Kompetisi KRISTAL 2026 (Karya Inovasi Terapan yang Andal). Program yang bergulir sejak Desember 2025 ini menjadi ruang bagi aparatur sipil negara (ASN) muda untuk mengajukan gagasan yang ditujukan memperbarui layanan publik agar lebih modern dan transparan.
Kompetisi tersebut diikuti 404 peserta dari berbagai daerah. Fokusnya adalah mencari solusi praktis atas persoalan yang kerap ditemui masyarakat, mulai dari isu pemanfaatan ruang hingga aspek keamanan dan keterbukaan dalam transaksi jual beli tanah.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menyampaikan bahwa keterlibatan ASN muda dalam kompetisi ini menunjukkan arah birokrasi yang semakin dinamis. Ia hadir dalam acara penganugerahan di Jakarta. Dukungan juga datang dari jajaran pimpinan tinggi kementerian yang menilai gagasan para taruna lulusan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) memiliki potensi untuk memperkuat perbaikan layanan pertanahan.
Juara pertama diraih Ruwanda Destory Bintoro, ASN muda dari Kantor Wilayah BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui inovasi bertajuk Sistem Ruang Maslahat. Inovasi ini berangkat dari pengamatan mengenai pentingnya pelibatan publik dalam tata ruang.
Sistem Ruang Maslahat dirancang untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga pemanfaatan ruang di wilayahnya. Melalui platform tersebut, pengawasan tata ruang tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga melibatkan kontrol sosial warga. Ruwanda, lulusan STPN 2025, berharap kompetisi ini dapat menjadi agenda tahunan untuk terus memacu kreativitas ASN di lingkungan kementerian.
Posisi ketiga ditempati Asrorul Habib dengan inovasi CLEARLAND. Inovasi ini dikembangkan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menitikberatkan pada akuntabilitas serta keamanan transaksi pertanahan. CLEARLAND diarahkan untuk menjawab keraguan masyarakat dalam proses jual beli tanah yang kerap dinilai berisiko dan kurang transparan.
Melalui CLEARLAND, setiap tahapan transaksi dicatat dalam sistem yang akuntabel. Pendekatan ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat sekaligus mempersempit celah pungutan liar maupun penipuan. Asrorul menekankan efisiensi sebagai kunci layanan pertanahan ke depan, dengan sistem terintegrasi yang diharapkan dapat meningkatkan rasa aman karena aset terlindungi oleh sistem yang valid.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan Kompetisi KRISTAL 2026 mencerminkan komitmen ATR/BPN dalam transformasi digital. Inovasi yang lahir dari pengalaman peserta saat melayani masyarakat di satuan kerja masing-masing diharapkan dapat segera diimplementasikan secara nasional agar manfaatnya dirasakan lebih luas.

