Klarifikasi: Video Serangan Rudal Iran ke Israel Berasal dari Juni 2025, Bukan Maret 2026

Klarifikasi: Video Serangan Rudal Iran ke Israel Berasal dari Juni 2025, Bukan Maret 2026

Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan serangan rudal Iran ke Israel yang disebut menewaskan 2.000 prajurit elite Israel. Klaim tersebut turut menyebut rudal Iran jatuh di atas bunker dan tidak terdeteksi radar.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan narasi itu keliru. Hingga penelusuran dilakukan, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang mendukung klaim bahwa 2.000 prajurit elite Israel tewas akibat serangan rudal Iran pada Maret 2026.

Verifikasi dilakukan dengan menelusuri video menggunakan Google Lens. Hasilnya, video serupa ditemukan dalam unggahan akun Facebook Saraha News, sebuah akun berita berbasis di Yordania. Video tersebut diunggah pada 18 Juni 2025, pada periode ketika Iran dan Israel terlibat konflik bersenjata selama 12 hari.

Keterangan pada unggahan itu menyebutkan rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel dan menyebabkan kerusakan bangunan. Sejumlah laporan media pada periode yang sama, termasuk The New Arab, juga menyebut adanya kegagalan Iron Dome dalam menghalau sepenuhnya serangan rudal Iran.

Militer Israel, dalam pernyataan yang dikutip dalam laporan periode tersebut, menyampaikan bahwa sistem pertahanan udara mereka gagal mencegat sekitar lima hingga 10 persen rudal balistik Iran. Meski sebagian besar rudal berhasil dicegat, beberapa di antaranya dilaporkan mengenai sasaran dan menimbulkan kerusakan luas. Rekaman video juga menunjukkan beberapa contoh kegagalan sistem pertahanan Israel saat mencoba menembak jatuh rudal sebelum mencapai target.

Dengan demikian, video yang beredar bukan peristiwa pada 2026, melainkan rekaman serangan rudal Iran ke Israel pada Juni 2025. Selain itu, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa serangan dalam video tersebut menewaskan 2.000 prajurit elite Israel.