Sejumlah unggahan viral di media sosial mengeklaim Jerman membatalkan pasar Natal pada 2025, bahkan ada yang menyebut “ratusan” pasar ditutup dan “Jerman membatalkan Natal”. Klaim tersebut beredar luas melalui video TikTok dan unggahan di platform X, masing-masing meraih ratusan ribu tayangan.
Namun, hasil penelusuran tim Cek Fakta DW menyimpulkan klaim itu tidak benar. Jerman diketahui menyelenggarakan lebih dari 2.500 pasar Natal setiap tahun—dikenal dengan sebutan Adventsmarkt, Christkindlmarkt, atau Weihnachtsmarkt—dan tidak ada bukti maupun konfirmasi resmi tentang pembatalan pasar Natal secara luas di seluruh negeri.
DW mencatat, sebagian besar pasar Natal dijadwalkan mulai dibuka pada akhir November. Di Berlin saja, lebih dari 60 pasar Natal direncanakan berlangsung tahun ini, sementara kota-kota lain seperti Leipzig, Dresden, Köln, Frankfurt, dan Hamburg juga menyiapkan penyelenggaraan serupa. Sejumlah pasar bahkan disebut sudah mulai dibangun.
Meski demikian, DW menemukan memang ada beberapa pembatalan yang terjadi di tingkat lokal, namun sifatnya terbatas dan tidak mencerminkan kebijakan nasional. Media Jerman sejauh ini hanya melaporkan beberapa pembatalan yang telah dikonfirmasi.
Di Rostock, pasar Natal bersejarah dipastikan tidak akan kembali digelar pada 2025 setelah sebelumnya dibatalkan tahun lalu. Di distrik Rahlstedt, Hamburg, pasar lokal dibatalkan karena para pedagang memilih tidak kembali berjualan setelah pendapatan musim sebelumnya dinilai rendah. Sementara itu, pasar Natal di Kastil Bodelschwingh, Dortmund, dibatalkan untuk 2025 dan 2026 karena adanya renovasi besar-besaran di area kastil.
DW juga menelusuri asal muasal klaim “ratusan pasar Natal dibatalkan”. Unggahan yang ramai di X ternyata merujuk pada satu sumber, yakni artikel Duna Press berjudul “Germany Cancels Christmas Markets 2025” yang terbit pada 18 Oktober 2025. Dalam artikel itu, disebutkan beberapa kota kecil membatalkan pasar Natal karena “biaya keamanan yang tidak terjangkau” setelah serangkaian serangan teror, tetapi laporan tersebut hanya menyebut dua lokasi: Rheinfeld dan Schongau.
Untuk memverifikasi klaim tersebut, DW menghubungi pihak berwenang di Schongau, Dormagen (yang memiliki distrik bernama Rheinfeld), dan Rheinfelden. Pemerintah Schongau menegaskan pasar Natal 2025 tetap digelar seperti biasa. Kota Dormagen menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah ada pasar Natal di distrik Rheinfeld dan tidak ada rencana penyelenggaraan pada 2025. Sementara itu, Rheinfelden belum memberikan tanggapan saat artikel ditulis, tetapi situs resmi pemerintah kota memastikan pasar Natal 2025 tetap akan berlangsung.
Artikel Duna Press juga memuat klaim lain, yakni toko dan tempat umum di Jerman mulai “menghapus produk daging babi” agar tidak menyinggung warga muslim. DW menyatakan tidak ada bukti yang mendukung pernyataan tersebut.
Selain itu, DW menyoroti kredibilitas sumber tersebut. Penulis artikel, Bianca Firenze, disebut tidak memiliki latar belakang yang bisa diverifikasi dan tidak ada biografi maupun akun media sosial yang tertaut. DW juga menyebut foto-foto dalam artikel, termasuk potret penulis, diketahui merupakan hasil kecerdasan buatan sehingga memunculkan pertanyaan tentang keaslian kontributornya. Sosok yang disebut memiliki foto asli dan profil media sosial yang dapat diverifikasi adalah Paulo Fernando de Barros, yang tercantum sebagai pemimpin redaksi.
Adapun klaim “Jerman membatalkan Natal” ditelusuri DW berasal dari unggahan Facebook berbahasa Jerman yang sebenarnya membahas kekhawatiran penyelenggara terhadap meningkatnya biaya keamanan, merujuk pada serangan di Berlin pada 2016 dan insiden di Magdeburg pada 2024. Unggahan itu menyebut kemungkinan “beberapa pasar” dibatalkan, bukan pembatalan menyeluruh.
DW mencatat, sejak serangan di pasar Natal Berlin pada Desember 2016 dan insiden di Magdeburg pada Desember 2024, biaya pengamanan memang meningkat signifikan. Di Magdeburg, misalnya, pengeluaran untuk pengamanan diperkirakan hampir dua kali lipat, dari 80.000 euro menjadi 150.000 euro. Meski tidak ada aturan keamanan yang berlaku secara nasional, langkah-langkah standar yang kerap diterapkan meliputi pemasangan penghalang beton, pemeriksaan tas, pengawasan kamera, dan palang jalan yang dapat ditarik—yang disusun panitia dan disetujui otoritas lokal.
Di kota-kota kecil, pemerintah daerah biasanya ikut membantu menanggung biaya tambahan tersebut. Walau biaya meningkat dan beberapa pasar disebut harus diperkecil untuk menyesuaikan kebutuhan keamanan, DW menyimpulkan tidak ada tanda-tanda pembatalan pasar Natal secara luas di seluruh Jerman pada 2025.

