Klaim Kedubes Korea Utara di Teheran Kena Rudal Israel Disebut Rekayasa AI, Ledakan Dilaporkan Dekat Kedubes Korea Selatan

Klaim Kedubes Korea Utara di Teheran Kena Rudal Israel Disebut Rekayasa AI, Ledakan Dilaporkan Dekat Kedubes Korea Selatan

Konten yang beredar di Instagram dan Facebook mengklaim kantor Kedutaan Besar Korea Utara di Teheran, Iran, tidak sengaja terkena serangan rudal Israel. Unggahan tersebut menampilkan foto sebuah gedung yang tampak hancur dan terbakar, disertai narasi yang memicu kekhawatiran Korea Utara—sebagai negara pemilik senjata nuklir—dapat terseret dalam konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.

Narasi yang beredar antara lain menyebut, “Kedutaan Besar Korea Utara di Teheran terkena serangan rudal AS-Israel, kita tunggu reaksi dari Presiden Kim Jong-Un.” Namun, hasil pemeriksaan fakta menyatakan klaim tersebut tidak benar.

Berdasarkan verifikasi yang dilakukan Tempo melalui pencarian gambar terbalik, penggunaan peranti pendeteksi akal imitasi, serta perbandingan informasi dari sumber kredibel, konten yang beredar dinyatakan merupakan rekayasa menggunakan teknologi akal imitasi. Kesimpulan pemeriksaan menyebut sasaran dalam narasi itu keliru: bukan Kedutaan Besar Korea Utara yang terdampak, melainkan ledakan terjadi di dekat Kedutaan Besar Korea Selatan yang lokasinya berdekatan dengan titik ledakan.

Dalam verifikasi visual, gambar yang memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seolah sedang melihat gedung Kedutaan Besar Korea Utara terbakar teridentifikasi sebagai produk akal imitasi. Was It AI mendeteksinya dengan tingkat kepercayaan tinggi. Uji melalui Hive Moderation juga menunjukkan probabilitas akal imitasi sebesar 99,9 persen dan mengindikasikan gambar tersebut dihasilkan oleh model Gemini. Gemini juga mengonfirmasi foto itu merupakan buatan mesinnya karena memuat tanda air “SynthID”.

Konten lain yang menampilkan ledakan di balik kibaran bendera Iran dan Korea Utara juga teridentifikasi sebagai produk akal imitasi. Hive Moderation mencatat probabilitas sebesar 89,9 persen, sementara Was It AI mendeteksinya dengan tingkat kepercayaan tinggi. Analisis teknis turut menunjukkan kemungkinan penggunaan model Flux sebesar 27,8 persen dan Flux2 sebesar 13,9 persen.

Sejumlah pemeriksa fakta juga menyatakan narasi bahwa rudal Israel tanpa sengaja menyasar Kedutaan Besar Korea Utara di Teheran adalah hoaks. Salah satunya Snopes, yang merilis peta lokasi untuk menunjukkan bahwa posisi Kedutaan Besar Korea Utara tidak berada di sekitar area pengeboman Israel dan Amerika Serikat di Teheran.

Adapun insiden ledakan yang menjadi rujukan dalam unggahan tersebut dilaporkan terjadi di dekat gedung Kedutaan Besar Korea Selatan di Teheran pada 10 Maret 2026, di tengah memanasnya konflik Israel-Amerika Serikat melawan Iran yang disebut berlangsung sejak 28 Februari.

Mengutip laporan FN News dan sejumlah media Korea lainnya, foto ledakan tersebut disebut berasal dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun pada 17 Maret 2026 menegaskan bahwa Korea Selatan bukan musuh Iran dan menyatakan kedutaan mereka termasuk salah satu kantor diplomatik asing yang masih bertahan di Teheran. Meski demikian, Cho tidak merinci lebih lanjut mengenai detail ledakan di dekat kantor kedutaan tersebut.

Dalam perkembangan terkait, Seoul juga dilaporkan belum berdiskusi dengan Teheran mengenai pembatasan akses kapal di Selat Hormuz, kebijakan Iran yang berdampak pada Korea Selatan. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan (MOF) mencatat 26 kapal Korea terjebak di Selat Hormuz dengan 183 awak kapal, termasuk sembilan kapal tanker yang mengangkut minyak.

Pemeriksaan fakta menyimpulkan klaim yang menyebut Kedutaan Besar Korea Utara di Teheran terkena serangan rudal merupakan informasi keliru yang didorong oleh konten rekayasa akal imitasi. Peristiwa yang sebenarnya dilaporkan terjadi di sekitar Kedutaan Besar Korea Selatan.