Klaim Foto Iran Menangkap 180 Tentara AS pada Maret 2026 Ternyata Rekayasa AI

Klaim Foto Iran Menangkap 180 Tentara AS pada Maret 2026 Ternyata Rekayasa AI

Sebuah foto yang beredar di media sosial disertai narasi bahwa Iran menangkap 180 tentara Amerika Serikat pada Maret 2026. Unggahan tersebut muncul di tengah memanasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Foto itu dibagikan sejumlah akun Facebook. Dalam gambar yang beredar, terlihat beberapa tentara yang diklaim sebagai personel AS berlutut di hadapan militer Iran. Sejumlah unggahan juga menyertakan keterangan bernada opini, termasuk menyebut pasukan tertentu dan menyertakan tagar terkait politik.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa foto tersebut bukan dokumentasi peristiwa nyata. Pencarian melalui Google Search tidak menemukan informasi valid yang mendukung klaim Iran menangkap 180 tentara Amerika Serikat pada 2026.

Penelusuran menggunakan Google Lens justru mengarah pada unggahan yang identik di laman pemeriksa fakta AFP. Dalam penjelasannya, AFP menyebut gambar tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sejumlah kejanggalan visual turut mengindikasikan gambar itu bukan foto asli, antara lain bentuk jari tangan yang tidak beraturan serta wajah yang tampak buram. Pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi Hive Moderation juga menunjukkan foto tersebut terdeteksi sebagai AI generatif dengan probabilitas 99,8 persen.

Sebelumnya, beredar pula konten manipulasi AI lain yang mengklaim Iran menangkap 837 tentara Israel pada 2026.

Dengan demikian, klaim bahwa foto tersebut menunjukkan Iran menangkap 180 tentara Amerika Serikat pada Maret 2026 tidak didukung bukti valid. Foto yang beredar merupakan hasil manipulasi berbasis AI.