Klaim China Kembangkan Robot yang Bisa Hamil Tidak Didukung Fakta, NTU Singapura Bantah Nama Peneliti yang Disebut

Klaim China Kembangkan Robot yang Bisa Hamil Tidak Didukung Fakta, NTU Singapura Bantah Nama Peneliti yang Disebut

Kabar yang menyebut China mengembangkan robot yang bisa mengandung janin manusia untuk menggantikan peran ibu mengandung beredar di media sosial. Narasi tersebut diunggah akun X “KangManto123” dengan teks “ROBOT HAMIL DIKEMBANGKAN DI CHINA, DIKLAIM BISA GANTIKAN PERAN IBU MENGANDUNG”.

Hasil penelusuran tim cek fakta Tempo melalui mesin pencari dengan kata kunci “robot hamil Cina”, “gestation robot”, dan “pregnancy robot” menunjukkan klaim itu telah beredar sejak Agustus 2025. Dalam narasi yang beredar, disebutkan seorang ilmuwan bernama Zhang Qifeng dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura mengembangkan robot kehamilan lewat perusahaannya, Kaiwa Technology, dengan prototipe yang diklaim siap pada 2026.

Namun, juru bicara NTU menyatakan kepada organisasi pemeriksa fakta Snopes bahwa kampus tersebut tidak memiliki ilmuwan bernama Zhang Qifeng maupun penelitian terkait teknologi robot kehamilan. Pihak universitas juga menegaskan tidak ada lulusan bergelar doktor dengan nama tersebut dari NTU.

Sementara itu, teknologi yang benar-benar sedang dikembangkan para peneliti berkaitan dengan perangkat rahim buatan untuk membantu bayi prematur, bukan robot yang “menggantikan” peran ibu mengandung. Salah satu riset yang disebut adalah perangkat bernama Extend yang dikembangkan peneliti di Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP). Sistem ini dirancang sebagai lingkungan luar rahim untuk mendukung perkembangan bayi yang lahir sangat prematur.

Perangkat Extend menggunakan kantung berisi cairan amnion buatan serta sistem oksigenator eksternal yang berfungsi menggantikan peran plasenta. Hingga kini, teknologi tersebut masih dalam tahap penelitian dan telah diuji pada janin domba. Penelitian pada 2017 melaporkan janin domba dapat bertahan sekitar satu bulan dalam sistem tersebut dengan perkembangan yang menyerupai kondisi di dalam rahim.

Pengembangan serupa juga dilakukan perusahaan rintisan AquaWomb di Aachen, Jerman, yang merancang wadah khusus berisi cairan ketuban buatan untuk membantu bayi prematur ekstrem.

Dengan demikian, klaim tentang “robot hamil” yang dikembangkan di China dengan peneliti bernama Zhang Qifeng dari NTU Singapura tidak didukung fakta. NTU menyatakan tidak memiliki peneliti maupun riset seperti yang disebut dalam narasi tersebut.