Ketua DPD Ingatkan Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI Bebas Konflik Kepentingan

Ketua DPD Ingatkan Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI Bebas Konflik Kepentingan

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak boleh mengandung konflik kepentingan.

Sultan menilai pencalonan Thomas—yang disebut sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto—tetap dapat diterima selama seluruh aturan dan ketentuan yang berlaku dipenuhi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas pencalonan tersebut.

“Yang penting tidak ada conflict of interest. Saya dengar juga tidak di partai politik lagi, itu yang paling penting,” kata Sultan di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.

Menurut Sultan, BI perlu memastikan fungsi independennya tetap berjalan serta mampu menjaga kondisi moneter Indonesia. Ia menambahkan, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, angka pengangguran dinilai dapat semakin menurun.

“Kita ya, sebagai teman dan sahabat sih, ya (pencalonan Thomas) baik saja, baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan nama Thomas Djiwandono menjadi salah satu kandidat pengganti Deputi Gubernur BI. Prasetyo menjelaskan, munculnya nama tersebut berawal dari adanya surat pengunduran diri yang disampaikan Deputi Gubernur BI Juda Agung.

“Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1).