Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Barito Selatan memperkuat layanan kesehatan bagi penyintas bencana longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara. Penguatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada warga terdampak.
Relawan Medis Kemenkes, dr. Jimmy Taruna Taufiq Fajar, mengatakan layanan pemeriksaan kesehatan diberikan di Posko Gereja HKBP Desa Sibalanga untuk anak-anak maupun orang dewasa. Dari hasil pendataan, tercatat 53 orang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah bencana terjadi.
Rinciannya, ISPA dialami oleh 17 anak dan 36 orang dewasa. Selain itu, sebanyak 23 anak mengalami diare akut yang dikaitkan dengan kondisi pascabencana, termasuk kesulitan memperoleh air bersih dan makanan yang bersih. Tercatat pula 14 anak terjangkit influenza.
Untuk penyakit noninfeksi, dr. Jimmy menyebut terdapat 34 penyintas dengan hipertensi, 12 pasien asma, dan 12 pasien diabetes melitus. Ada pula empat pasien yang mengalami infeksi jamur atau dematomikosis.
Selain layanan medis, petugas juga memberikan pendampingan pemulihan trauma bagi warga terdampak. Edukasi kesehatan turut disampaikan agar masyarakat terhindar dari ISPA dan diare, antara lain melalui anjuran konsumsi makanan sehat dan minum air bersih.
Sebelumnya, kegiatan pemulihan trauma juga digelar bagi pelajar SD Negeri 173149 Kecamatan Adian Koting. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kemenkes bekerja sama dengan IDI Barito Selatan serta Yayasan Swanayaka Indonesia.
Tenaga pendidik di SD Negeri 173149, Irmalirawati Hutagalung, menyebutkan sebanyak 136 pelajar mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan seluruh anak tampak senang dan berbahagia selama kegiatan berlangsung.

