Kemenag Apresiasi Dompet Dhuafa atas Kontribusi Pemberdayaan Berkelanjutan untuk Pengentasan Kemiskinan

Kemenag Apresiasi Dompet Dhuafa atas Kontribusi Pemberdayaan Berkelanjutan untuk Pengentasan Kemiskinan

Kementerian Agama (Kemenag) RI mengapresiasi peran Dompet Dhuafa dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan melalui program pemberdayaan berkelanjutan. Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof Waryono Abdul Ghafur, saat menghadiri Indonesia Humanitarian Summit (I-HitS) 2026 di Nusantara TV Tower, Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).

Dalam keterangannya, Prof Waryono menilai Dompet Dhuafa sebagai lembaga amil zakat yang tangguh dan konsisten berinovasi selama lebih dari 34 tahun. Ia menyebut Dompet Dhuafa sebagai pionir filantropi yang tidak hanya berfokus pada penguatan masyarakat miskin dan marjinal, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak kader serta pemimpin di bidang filantropi.

“Kami mengapresiasi Dompet Dhuafa yang terus berinovasi dan berkontribusi nyata bersama negara dalam mengurangi kemiskinan yang saat ini masih berada di angka 24 juta jiwa,” ujar Prof Waryono.

I-HitS 2026 mengusung tema Empowerment to The Next Level. Forum ini menjadi momentum bagi Dompet Dhuafa untuk menegaskan komitmennya mendorong pergeseran paradigma bantuan kemanusiaan, dari bantuan langsung menuju pemberdayaan berkelanjutan, dengan tujuan memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial penerima manfaat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, memaparkan laporan kinerja tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa berhasil menghimpun dana sekitar Rp426 miliar, meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jangkauan lebih dari 41 juta penerima manfaat melalui pilar kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dakwah, dan budaya.

Untuk 2026, Dompet Dhuafa memproyeksikan strategi berbasis Humanitarian Readiness dan kolaborasi lintas sektor. Strategi tersebut mencakup penguatan respons bencana, pengembangan UMKM berbasis komunitas, serta komitmen pada isu kemanusiaan global.