Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunungkidul pada Jumat (30/01/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul.
FGD ini menjadi ruang koordinasi untuk merumuskan langkah antisipasi menghadapi berbagai tantangan yang diperkirakan muncul sepanjang 2026, mulai dari isu sosial dan ekonomi hingga potensi bencana alam.
Dalam pembahasan, Forkopimda memberi perhatian pada sejumlah hal yang dinilai krusial bagi stabilitas wilayah. Salah satunya penanganan polemik sertifikat tanah di Kalurahan Ngalang, yang dinilai perlu ditangani secara persuasif dan solutif agar tidak berkembang menjadi konflik sosial berkepanjangan.
Agenda lain yang turut dibahas adalah kesiapan pengamanan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak 2026. Selain itu, forum juga menyoroti peningkatan pengawasan terhadap aktivitas remaja serta pemantauan keberadaan orang asing sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika geopolitik global.
Menjelang bulan suci Ramadhan, AKBP Damus Asa menekankan pentingnya langkah strategis bersama untuk menjaga stabilitas ketersediaan bahan pokok dan menekan laju inflasi. Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat mendukung kenyamanan masyarakat dalam beribadah tanpa terbebani lonjakan harga pangan.
Di bidang kebencanaan, Kapolres menyoroti kesiapsiagaan personel menghadapi bencana hidrometeorologi yang berpotensi meningkat seiring cuaca ekstrem. Polres Gunungkidul bersama instansi terkait memprioritaskan mitigasi melalui identifikasi titik rawan longsor dan pemetaan potensi gangguan bencana lainnya di wilayah hukum Gunungkidul.
Forum juga membahas isu sosial digital, termasuk fenomena pinjaman online (pinjol). Upaya preventif terhadap praktik pinjol ilegal serta penguatan penegakan Perda Nomor 7 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum menjadi komitmen bersama Forkopimda untuk menjaga situasi masyarakat tetap aman, tertib, dan kondusif.

