KAKI dan IICD Soroti Pentingnya Transparansi Kepemilikan untuk Perkuat Integritas Pasar Modal

KAKI dan IICD Soroti Pentingnya Transparansi Kepemilikan untuk Perkuat Integritas Pasar Modal

Transparansi kepemilikan perusahaan kian dipandang sebagai faktor penting untuk memperkuat integritas pasar modal, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Kejelasan mengenai pihak yang memiliki dan mengendalikan perusahaan hingga tingkat ultimate beneficial owner (UBO) dinilai menjadi salah satu fondasi utama dalam menciptakan pasar modal yang lebih transparan, akuntabel, dan kredibel.

Isu tersebut menjadi fokus forum bertajuk Strengthening Market Integrity: Towards a New Era of Ownership Transparency in the Capital Market yang diselenggarakan Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KAKI) dan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan ini didukung oleh Center for International Private Enterprise (CIPE), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), dan UN Global Compact Network Indonesia (IGCN). Forum berlangsung di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Forum tersebut mempertemukan regulator, pelaku usaha, asosiasi bisnis, organisasi internasional, organisasi masyarakat sipil, serta pemangku kepentingan lainnya. Pembahasan diarahkan pada perkembangan kebijakan, tantangan implementasi, dan praktik-praktik terbaik untuk meningkatkan transparansi kepemilikan perusahaan di Indonesia.

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Ketua IICD Rudiantara; Ketua KAKI Erry Riyana Hardjapamekas; Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang; Kepala Direktorat Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2 OJK Nailin Ni’mah; Penasihat Senior Direktorat Pencatatan BEI Saptono Adi Junarso; Direktur Badan Usaha Kementerian Hukum Dr. Andi Taletting Langi; Director of Anti-Corruption and Governance Center CIPE Frank Brown; serta President IGCN Y.W. Junardy. Diskusi dipandu Komite Penasihat KAKI sekaligus Penasihat IGCN Natalia Soebagjo.

Dalam pemaparannya, Rudiantara menekankan bahwa kepercayaan (trust) merupakan aset paling berharga dalam pasar modal. Menurutnya, selain kinerja operasional dan pencapaian bisnis, kepercayaan investor menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi pasar terhadap suatu perusahaan.

Ia menjelaskan, kepercayaan dibangun oleh tiga komponen utama, yakni kapabilitas (capability), integritas (integrity), dan komunikasi (communication). Kapabilitas, kata dia, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan bisnis dan menghasilkan kinerja yang baik.