Kabar Reshuffle Kabinet Beredar, Mensesneg Tegaskan Belum Ada Perombakan

Kabar Reshuffle Kabinet Beredar, Mensesneg Tegaskan Belum Ada Perombakan

Isu perombakan atau reshuffle kabinet kembali ramai beredar pada Rabu, 28 Januari 2026. Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan kabar tersebut tidak benar dan menyatakan belum ada reshuffle kabinet.

“Belum ada,” kata Prasetyo saat dikonfirmasi.

Prasetyo menjelaskan, informasi yang berkembang pada hari itu berkaitan dengan perubahan posisi Thomas Djiwandono, yang disebut bergeser dari jabatan wakil menteri keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Namun, hal tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai reshuffle kabinet.

Di tengah beredarnya isu perombakan kabinet, narasi serupa sebelumnya juga pernah dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi palsu. Sejumlah konten yang beredar di masyarakat mengaitkan reshuffle kabinet dengan klaim-klaim tertentu, termasuk video dan dokumen yang kemudian diverifikasi sebagai hoaks.

Salah satu hoaks yang pernah beredar berupa unggahan video dengan klaim Menteri Keuangan Sri Mulyani “sowan ke Solo” setelah reshuffle kabinet. Konten itu diunggah sebuah akun Facebook pada 10 September 2025, disertai narasi yang menyebut pejabat “ramai-ramai ngadu ke Solo” dan menyinggung istilah “Geng Solo”. Dalam narasi tersebut juga disebut Sri Mulyani termasuk menteri yang diumumkan diganti pada 8 September 2025, dengan posisi Menteri Keuangan disebut dijabat Purbaya Yudhi Sadewa. Video yang beredar memperlihatkan Sri Mulyani mengenakan batik cokelat meninggalkan rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan terlihat diantar Jokowi yang mengenakan kemeja putih.

Hoaks lainnya berupa foto dokumen yang diklaim sebagai surat reshuffle menteri dan kepala lembaga negara ke-7 pada masa Kabinet Indonesia Maju. Dokumen tersebut beredar melalui aplikasi percakapan WhatsApp dan memuat daftar 13 menteri serta kepala lembaga yang disebut akan diganti, serta mencantumkan tanda tangan Mensesneg Pratikno.

Dalam dokumen itu, sejumlah nama dicantumkan sebagai pejabat yang disebut akan diganti, antara lain Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menseskab Pramono Anung, Menkumham Yasonna Laoly, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menpan RB Abdullah Azwar Anas, Menpora Dito Ariotedjo, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menko Polhukam Mahfud MD, Mendikbudristek Nadiem Makarim, Panglima TNI, hingga Kepala BIN Budi Gunawan. Dokumen tersebut kemudian diverifikasi dan dinyatakan tidak benar.

Dengan kembali beredarnya isu reshuffle pada 28 Januari 2026, pernyataan resmi Mensesneg menegaskan bahwa tidak ada perombakan kabinet. Masyarakat diimbau untuk mencermati informasi yang beredar dan tidak mudah mempercayai klaim yang tidak disertai keterangan resmi.