Iran Bantah Klaim Trump soal Negosiasi, AS Disebut Cari Jalur Diplomasi Baru

Iran Bantah Klaim Trump soal Negosiasi, AS Disebut Cari Jalur Diplomasi Baru

Iran membantah klaim Presiden AS Donald Trump mengenai adanya komunikasi intensif dan peluang perdamaian antara Washington dan Teheran. Di saat AS menyatakan pembicaraan sedang berlangsung, pejabat Iran menegaskan tidak ada negosiasi yang terjadi di tengah konflik yang masih berlanjut.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan tidak ada pembicaraan antara kedua negara. “Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS. AS sedang menggunakan berita palsu untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta menghindari jebakan yang menjerat AS-Israel,” tulis Qalibaf melalui platform X, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (24/3/2026).

Pernyataan itu menampilkan perbedaan narasi yang tajam antara Washington dan Teheran. Iran juga menuding langkah Trump sebagai upaya mengulur waktu untuk menyusun kembali kekuatan militer. Teheran, dalam konteks tersebut, menegaskan tidak akan menghentikan serangan terhadap AS dan Israel.

Di sisi lain, Trump kembali menegaskan bahwa komunikasi dengan Iran memang terjadi. Ia menyebut utusan khususnya, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner telah melakukan pembicaraan dengan pejabat tinggi Iran.

“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat-sangat intens. Kita akan lihat ke mana arahnya. Kami memiliki poin-poin kesepakatan utama,” kata Trump kepada wartawan.

Sejalan dengan itu, Washington disebut tengah mempertimbangkan jalur diplomasi dengan mencari figur kunci dalam sistem politik Iran yang dinilai dapat diajak bernegosiasi. Salah satu nama yang mencuat adalah Mohammad Bagher Ghalibaf, politisi berusia 64 tahun yang disebut oleh sebagian pejabat Gedung Putih sebagai sosok yang “bisa diajak bekerja sama” dalam fase berikutnya dari konflik.

Meski demikian, disebutkan belum ada keputusan final dari pemerintah AS. Mereka masih menguji sejumlah kandidat yang dinilai memiliki pengaruh di dalam negeri Iran sekaligus peluang membuka ruang kesepakatan dengan Washington. Dua pejabat pemerintahan AS menyebut Ghalibaf termasuk opsi yang menonjol, namun Gedung Putih dikatakan tetap berhati-hati.

“Dia adalah opsi yang menarik,” ujar salah satu pejabat. Namun ia menegaskan, “kami harus mengujinya, dan kami tidak bisa terburu-buru.”

Di tengah klaim yang saling bertolak belakang, muncul laporan mengenai kemungkinan pertemuan langsung pejabat AS dan Iran. Seorang pejabat Pakistan menyebut pembicaraan itu bisa berlangsung di Islamabad dalam waktu dekat, dengan Wakil Presiden AS JD Vance, Witkoff, dan Kushner disebut-sebut akan terlibat.

Rencana tersebut dikaitkan dengan komunikasi antara Trump dan Panglima Militer Pakistan, Asim Munir. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Pakistan. Kantor perdana menteri dan kementerian luar negeri Pakistan juga belum memberikan pernyataan.