Humor Jadi Medium Kritik Politik Anak Muda, Survei: Gen Z Lebih Ekspresif

Humor Jadi Medium Kritik Politik Anak Muda, Survei: Gen Z Lebih Ekspresif

Kritik sosial-politik kini tidak melulu disampaikan melalui demonstrasi formal. Di media sosial, satir, meme, dan komedi menjadi cara baru untuk merespons realitas sosial. Humor pun bergeser dari sekadar hiburan menjadi bahasa komunikasi yang membuat isu sensitif terasa lebih cair, mudah dipahami, dan menjangkau audiens yang lebih luas hingga memicu kesadaran publik.

Di kalangan generasi muda, terutama Gen Z dan Milenial, membagikan humor bertema sosial-politik menjadi salah satu sarana umum untuk menyuarakan kritik. Hal ini tercermin dalam Indonesia Millenial and Gen Z Report 2027 oleh IDN Research Institute, yang mencatat 32% anak muda memilih mengonsumsi konten meme yang mengangkat isu serius.

Survei tersebut melibatkan 628 responden yang terdiri dari 279 responden Milenial dan 349 responden Gen Z. Mayoritas responden adalah perempuan (52%) dan berasal dari Pulau Jawa, khususnya wilayah Jabodetabek, dengan persentase 36%.

Temuan survei menunjukkan, alasan utama anak muda membagikan humor sosial-politik adalah keinginan agar pandangan mereka didengar oleh orang lain. Pada kategori ini, Gen Z mencatat persentase tertinggi sebesar 32%, sementara Milenial berada di angka 26%.

Selisih tipis juga terlihat pada alasan merasa lega atau sebagai bentuk pelepasan emosional dan ekspresi diri. Gen Z berada di angka 25%, hanya unggul 1% dibanding Milenial yang tercatat 24%.

Di sisi lain, Milenial lebih dominan menggunakan humor sosial-politik sebagai sarana hiburan murni maupun sebagai bentuk gerakan bersama. Untuk alasan hanya bersenang-senang, Milenial mencatat 24%, sedangkan Gen Z 22%.

Perbedaan yang lebih jelas tampak pada aspek solidaritas. Sebanyak 22% Milenial membagikan humor sosial-politik untuk membangun rasa kesetiakawanan, sementara Gen Z berada di angka 19%.

Adapun pada kategori alasan lainnya di luar motivasi utama, Milenial tercatat sedikit lebih tinggi dengan 4%, sedangkan Gen Z 2%.

Secara keseluruhan, survei ini menggambarkan kecenderungan Gen Z yang lebih ekspresif dalam menyuarakan pendapat pribadi melalui humor, sementara Milenial cenderung menyeimbangkannya dengan unsur hiburan dan ikatan sosial.