Pemerintah masih mematangkan proses rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) atau CPNS 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperhitungkan kemampuan fiskal di tengah keterbatasan APBN.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa hampir seluruh menteri telah menyampaikan kebutuhan terkait CPNS baru. Namun, ia belum dapat memaparkan angka secara rinci karena perhitungan masih berjalan, termasuk mempertimbangkan kebutuhan lain di luar belanja pegawai.
Di tengah proses persiapan tersebut, berbagai informasi menyesatkan atau hoaks terkait pendaftaran CPNS 2026 marak beredar di media sosial. Sejumlah klaim yang beredar memuat tautan pendaftaran dan meminta data pribadi, termasuk nomor Telegram. Berikut beberapa hoaks pendaftaran CPNS 2026 yang telah diverifikasi:
1. Klaim link pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (28 Februari–31 Maret 2026)
Sebuah unggahan di Facebook pada 1 Maret 2026 mengklaim adanya pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk periode 28 Februari–31 Maret 2026. Unggahan itu menyertakan persyaratan umum, poster “pendaftaran gratis”, serta menu pendaftaran. Ketika menu tersebut diklik, pengguna diarahkan ke halaman situs berisi formulir digital yang meminta data pribadi seperti nama lengkap hingga nomor Telegram.
2. Klaim link pendaftaran CPNS Dinas Perhubungan melalui WhatsApp (9 Februari–20 Maret 2026)
Klaim lain beredar melalui WhatsApp dan juga diunggah di Facebook pada 24 Februari 2026. Informasi tersebut menyebut pendaftaran CPNS Dinas Perhubungan 2026 untuk lulusan SMA/SMK hingga D3/S1, dengan penempatan “sesuai domisili”, serta mencantumkan periode 9 Februari–20 Maret 2026. Unggahan itu dilengkapi poster dan tautan yang mengarah ke WhatsApp.
3. Klaim link pendaftaran CPNS Kementerian Kesehatan 2026
Unggahan Facebook pada 28 Januari 2026 juga mengklaim pendaftaran CPNS Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2026 “resmi dibuka”, menyebut formasi seperti dokter, perawat, dan bidan, serta mencantumkan waktu mulai daftar 19 Januari 2026. Unggahan tersebut menyertakan menu pendaftaran. Saat tautan dibuka, pengguna diarahkan ke situs dengan formulir digital yang meminta identitas pribadi, termasuk nama sesuai KTP dan nomor Telegram aktif.
Maraknya tautan pendaftaran yang beredar di media sosial menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap informasi rekrutmen CPNS 2026, terutama yang mengarahkan ke formulir pengisian data pribadi di luar kanal resmi.

