Hoaks Mengatasnamakan Program Pemerintah Marak pada Februari 2026, Ini Modus yang Beredar

Hoaks Mengatasnamakan Program Pemerintah Marak pada Februari 2026, Ini Modus yang Beredar

Jakarta - Hoaks yang mengatasnamakan program pemerintah pada periode Februari 2026 kembali marak beredar, terutama di platform media sosial. Informasi palsu semacam ini kerap memanfaatkan kebutuhan publik terhadap informasi yang cepat dan akurat, namun justru berujung menyesatkan.

Modus penyebaran hoaks biasanya mengikuti momen tertentu atau isu yang sensitif di tengah masyarakat. Karena itu, edukasi literasi digital dan kebiasaan memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya menjadi langkah penting untuk menekan dampak penipuan dan disinformasi.

Sepanjang Februari 2026, Cek Fakta Liputan6.com mengidentifikasi sejumlah hoaks yang mengklaim terkait program pemerintah. Ragamnya mulai dari tautan pendaftaran bantuan sosial fiktif hingga informasi palsu mengenai rekrutmen.

Hoaks tautan pendaftaran SIM online gratis

Salah satu klaim yang beredar adalah tautan pendaftaran SIM online gratis hingga 28 Februari 2026. Informasi ini diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 6 Februari 2026.

Unggahan tersebut memuat narasi “SIM ONLINE GRATIS TAHUN 2026” disertai batas waktu pendaftaran hingga 28 Februari 2026 dan klaim proses daring tanpa biaya. Dalam unggahan tersedia menu “daftar” yang mengarahkan pengguna ke sebuah tautan.

Tautan itu kemudian membawa pengguna ke halaman situs yang meminta sejumlah data identitas, seperti nama, alamat lengkap, jenis kelamin, jenis SIM, serta nomor Telegram.

Hoaks tautan pendaftaran BLT Rp 900 ribu

Hoaks lain yang ditemukan adalah klaim tautan pendaftaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 900 ribu untuk periode Februari 2026. Klaim tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 3 Februari 2026.

Dalam unggahan, disebutkan pemerintah kembali menyalurkan BLT Rp 900 ribu sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat. Terdapat menu “daftar” yang ketika diklik mengarahkan ke tautan tertentu.

Halaman yang dituju menampilkan formulir digital dan meminta data identitas, antara lain nama lengkap serta nomor Telegram.

Hoaks tautan pendaftaran CPNS 3 Januari–7 Februari 2026

Selain itu, beredar pula postingan di media sosial yang mengklaim adanya tautan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 3 Januari hingga 7 Februari 2026. Informasi tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 23 Januari 2026.

Unggahan menyertakan tautan dan poster bergambar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, dengan narasi bahwa pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka untuk lulusan SMA, D3, dan S1 dengan penempatan di seluruh wilayah Indonesia.

Ketika tautan diklik, pengguna diarahkan ke situs dengan formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram.

Maraknya tautan yang meminta data pribadi menjadi pengingat agar masyarakat selalu berhati-hati. Verifikasi informasi dari sumber yang dapat dipercaya perlu dilakukan sebelum mengisi formulir, mengklik tautan, atau membagikan informasi yang beredar di media sosial.

Tentang Kanal Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com mengoperasikan Kanal Cek Fakta sejak 2018 untuk memberikan literasi media kepada masyarakat. Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN), menjadi partner Facebook, serta menjadi bagian dari inisiatif cekfakta.com. Liputan6.com juga menyediakan kanal pelaporan hoaks melalui email cekfakta.liputan6@kly.id dan layanan Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.