Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Sejumlah Hoaks Soal Emas Ramai di Media Sosial

Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Sejumlah Hoaks Soal Emas Ramai di Media Sosial

Harga emas dunia dilaporkan mengalami penurunan tajam pada akhir pekan lalu. Kondisi tersebut turut berdampak pada harga logam mulia di dalam negeri, termasuk produk PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang melemah pada awal pekan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Pada perdagangan Senin (23/3/2026), harga emas Antam tercatat turun Rp50.000 per gram. Sementara itu, harga emas yang dijual PT Pegadaian (Persero) dilaporkan stabil pada Senin ini dibandingkan perdagangan hari Minggu sebelumnya.

Di tengah perhatian publik terhadap pergerakan harga, emas juga menjadi sasaran beredarnya informasi keliru di media sosial. Sejumlah konten yang beredar menautkan emas dengan berbagai klaim sensasional, mulai dari tuduhan suap hingga narasi tokoh publik yang disebut meminta sumbangan.

Salah satu konten yang beredar berupa tangkapan layar artikel yang mengklaim Bupati Lampung Tengah menyebut mantan Presiden Joko Widodo menerima uang suap dan emas batangan. Unggahan ini disebut beredar sejak pekan lalu, salah satunya di Facebook pada 12 Desember 2025. Dalam unggahan itu ditampilkan judul artikel dari Gelora News: “Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Sebut Nama Joko Widodo Menerima Fee Uang Suap Dari Saya Emas Batangan Berat 500 Gram dan Uang Tunai 8 Miliar Saya Punya Nota Cek Transferannya”, disertai narasi tambahan dari akun pengunggah.

Konten lain yang turut beredar adalah video berdurasi 11 detik yang diklaim memperlihatkan proses pembuatan patung mendiang Paus Fransiskus dari emas murni. Video tersebut dibagikan akun Facebook pada 19 Mei 2025. Dalam rekaman tampak dua pria memahat patung berwarna emas, lalu disertai klaim “Patung Bapak paus fransiskus terbuat dari emas murni.”

Selain itu, beredar pula unggahan yang menampilkan cuplikan layar artikel dengan klaim Menteri BUMN Erick Thohir meminta rakyat menyumbang uang emas agar ekonomi Indonesia maju. Unggahan ini disebut muncul sejak awal pekan dan salah satunya diposting di Facebook pada 27 Maret 2025. Dalam tangkapan layar tersebut tercantum judul yang diklaim berasal dari CNNIndonesia.com: “Erick Thohir minta seluruh rakyat menyumbang berupa uang emas biar Indonesia maju lagi ekonominya”, disertai komentar dari akun pengunggah.

Deretan konten tersebut menunjukkan bahwa isu emas tidak hanya menjadi perhatian karena fluktuasi harga, tetapi juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan narasi menyesatkan di media sosial.