Manajemen GH Universal Hotel Bandung angkat bicara terkait kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan penjualan hotel yang berlokasi di Jalan Dr. Setiabudi, Kota Bandung. Pihak hotel menegaskan informasi tersebut tidak benar dan disampaikan untuk meredam spekulasi yang berkembang di sejumlah platform digital dalam beberapa hari terakhir.
Marketing Communications Manager GH Universal Hotel Bandung, Anti Purnamasari, menyatakan hotel tersebut tidak sedang ditawarkan untuk dijual. Dalam keterangan tertulis, ia menegaskan bahwa rumor yang beredar tidak berdasar.
Manajemen juga menyatakan tidak akan mentoleransi penyebaran informasi palsu yang dinilai dapat merugikan reputasi perusahaan. Anti menyebut pihak hotel tidak bertanggung jawab atas dampak dari informasi tersebut dan siap menempuh langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkannya.
Selain klarifikasi, manajemen mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial serta tidak mudah mempercayai narasi yang belum terverifikasi.
Isu penjualan GH Universal Hotel Bandung mencuat setelah sebuah akun Threads, @euniqueproperty, mengunggah foto hotel disertai klaim bahwa properti itu sedang ditawarkan kepada calon pembeli. Dalam unggahan tersebut disebutkan harga 60 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp980 miliar, dengan asumsi kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS.
Unggahan itu juga mencantumkan spesifikasi properti, antara lain luas lahan sekitar 14.700 meter persegi, bangunan lima lantai, serta narasi bahwa transaksi hanya akan dilayani bagi calon pembeli yang dapat menunjukkan bukti dana (proof of funds). Informasi tersebut kemudian menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi mengenai status kepemilikan hotel.
Di tengah beredarnya kabar tersebut, manajemen memastikan operasional hotel tetap berjalan normal. Pihak hotel menyatakan fokus perusahaan tetap pada pemberian pelayanan kepada para tamu, serta menyampaikan apresiasi kepada pelanggan yang tetap memberikan kepercayaan.