Gerindra Surabaya Ajak Gen Z Lebih Kritis Mengawal Kebijakan Publik

Gerindra Surabaya Ajak Gen Z Lebih Kritis Mengawal Kebijakan Publik

Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menantang Generasi Z di Surabaya untuk tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika politik nasional. Ia menekankan pentingnya suara kritis anak muda sebagai penentu arah kebijakan publik dan masa depan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Cahyo saat menjadi pemateri dalam agenda Tadarus Politik Gen Z yang diinisiasi DPD Gerindra Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam (27/2/2026) tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan aktivis muda, serta dibuka dengan ruang diskusi untuk membahas pandangan peserta terhadap realitas politik saat ini.

Menurut Cahyo, forum tersebut tidak dimaksudkan sebagai sosialisasi satu arah, melainkan ruang refleksi untuk melihat sejauh mana anak muda Surabaya memahami kebijakan strategis pemerintah. “Dari teman-teman muda Jawa Timur, khususnya yang ada di Surabaya, kita ingin melihat bagaimana sih pandangan mereka tentang politik praktis, partai politik, ataupun tentang kebijakan-kebijakan strategis dari pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menilai idealisme dan nalar kritis mahasiswa sebagai aset penting yang perlu dijaga. Cahyo menyebut tanpa sikap kritis dari kampus, Indonesia berisiko kehilangan arah dalam mencapai cita-cita kemerdekaan. “Pada dasarnya mereka ini adalah generasi muda yang memiliki idealisme dan nalar kritis yang sangat baik, dan ini harus kita jaga,” katanya.

Dalam paparannya, Cahyo mengajak Gen Z mengubah cara pandang terhadap politik. Ia menekankan politik perlu dimaknai sebagai instrumen untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak pada rakyat, termasuk dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia juga mengingatkan bahwa politik merupakan ruang diskusi publik yang berkelanjutan, bukan hanya ramai saat pemilu.

“Ini adalah momentum yang baik. Kami sampaikan kepada teman-teman untuk melihat politik itu tidak hanya dari sisi perspektif pesta demokrasi atau melahirkan calon pemimpin baru saja,” ucapnya.

Menanggapi aspirasi peserta, Cahyo menyatakan Gerindra Surabaya terbuka terhadap masukan maupun kritik, termasuk yang tajam. Namun, ia menegaskan kritik perlu disampaikan secara bermartabat dan berlandaskan nilai kebangsaan. “Sangat siap, dan ini tadi kita membuka ruang diskusi, masukan, kritik dari teman-teman seluas-luasnya. Tetapi kembali lagi, harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila; yaitu harus bijak, menjunjung tinggi nilai etika, dan nilai kebangsaan,” pungkasnya.