GAMKI NTT Luncurkan Orela TV, Buka Ruang Dialog Orang Muda soal Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

GAMKI NTT Luncurkan Orela TV, Buka Ruang Dialog Orang Muda soal Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur meluncurkan Orela TV, kanal edukasi dan diskusi orang muda berbasis YouTube, pada Selasa malam, 10 Februari 2026.

Peluncuran Orela TV ditandai dengan penayangan podcast perdana berjudul “STOP DIAM: Orang Muda Melawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Melalui episode pembuka tersebut, GAMKI NTT menyatakan sikap terhadap masih maraknya kekerasan yang dialami perempuan dan anak di Nusa Tenggara Timur.

Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menilai isu kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai persoalan kemanusiaan yang tidak bisa lagi disikapi dengan diam atau ketidakpedulian. “Diam bukan netral. Diam adalah keberpihakan pada kekerasan,” katanya.

Winston menjelaskan, podcast Orela TV dirancang sebagai ruang dialog yang tidak hanya memaparkan persoalan, tetapi juga mengajak generasi muda mengenali berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di masyarakat. Selain itu, kanal ini ditujukan untuk meningkatkan empati terhadap pengalaman korban, menguatkan komitmen kolektif dalam mencegah dan melawan kekerasan, serta menghubungkan iman dengan aksi nyata di komunitas, gereja, dan keluarga.

Menurutnya, Orela TV ingin memosisikan diri bukan sekadar saluran hiburan digital, melainkan sebagai alat edukasi publik dan advokasi sosial. Kanal tersebut diharapkan menjadi ruang bagi orang muda untuk berbicara mengenai isu kemanusiaan, keadilan sosial, dan perubahan budaya.

“Acara pendahuluan ini merupakan awal dari serangkaian episode tematik lainnya yang akan mengangkat isu sosial, moral, dan kebijakan dari sudut pandang orang muda,” kata Winston.

Ia menambahkan, Orela TV berkomitmen menghadirkan konten yang menginspirasi, menguatkan, dan memberdayakan generasi muda di Nusa Tenggara Timur. Dengan mengusung tagline “Dari Iman ke Aksi,” Orela TV diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk berpikir kritis, bersuara berani, dan bertindak nyata.