FPK Kotawaringin Barat Minta Pemkab Perketat Pengawasan Distribusi BBM dan Respons Isu Sosial

FPK Kotawaringin Barat Minta Pemkab Perketat Pengawasan Distribusi BBM dan Respons Isu Sosial

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kotawaringin Barat, H. Bambang Suherman, meminta Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat bersikap tegas dalam menertibkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) agar tidak terjadi penimbunan di tengah masa penyesuaian harga BBM.

Permintaan itu disampaikan Bambang saat memimpin pertemuan rutin bulanan FPK yang digelar di kediaman H. Arisan, Vila Bukit Batu Belaman, Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Sabtu (9/5/2026).

Selain persoalan BBM, Bambang juga meminta pemerintah daerah tanggap dan peka terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Salah satunya terkait munculnya rencana sekelompok orang yang akan membuat film tentang tragedi tahun 2001 di Kotawaringin Barat.

“Kami meminta pemerintah daerah selalu tegas menertibkan BBM agar tidak terjadi penimbunan pada masa penyesuaian harga. Pemerintah juga harus tanggap terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat saat ini,” kata Bambang.

Pertemuan rutin tersebut dihadiri seluruh perwakilan suku di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat serta perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Kesbangpol Kotawaringin Barat, Sukardi, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan anggota FPK yang dinilai berperan menjaga kerukunan dan pembauran di tengah masyarakat yang majemuk.

“Atas nama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kotawaringin Barat, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota FPK. Forum ini merupakan garda terdepan dalam merawat kerukunan, memperkuat pembauran, serta mencegah potensi konflik SARA di daerah kita,” ujar Sukardi.

Ia menegaskan Kotawaringin Barat merupakan rumah bersama bagi seluruh suku, agama, dan golongan. Karena itu, Kesbangpol berharap FPK terus aktif menjadi jembatan komunikasi antarwarga dan segera menyampaikan setiap persoalan atau gesekan yang muncul agar dapat diselesaikan lebih awal.

“Prinsip kita, mencegah lebih baik daripada mengatasi. Karena itu koordinasi dan komunikasi harus terus diperkuat,” tambahnya.

Pertemuan rutin FPK berlangsung dalam suasana akrab dan diharapkan dapat memperkuat sinergi unsur masyarakat dalam menjaga persatuan serta stabilitas daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat.