Forum Karang Taruna di Semarang Soroti Peran Pemuda Hadapi Isu Sosial

Forum Karang Taruna di Semarang Soroti Peran Pemuda Hadapi Isu Sosial

Ratusan anak muda dari berbagai kelurahan di Kota Semarang berkumpul di halaman Kampung Lasipin, Kelurahan Karangturi, Rabu (22/10), untuk mengikuti forum bertajuk “Peran Karang Taruna dalam Menghadapi Isu Sosial.” Kegiatan ini digelar oleh Karang Taruna Kota Semarang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Forum tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Hendrar Prihadi dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Krisseptiana. Ketua Karang Taruna Kota Semarang, H. Suragah Rambing yang akrab disapa Mas Rega, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh dan peserta yang memadati lokasi kegiatan.

Mas Rega mengatakan, acara awalnya dirancang untuk menampung 200 peserta. Namun, antusiasme yang tinggi membuat jumlah kehadiran meningkat menjadi sekitar 300 orang. Ia menyebut peserta tidak hanya berasal dari Karang Taruna, tetapi juga dari unsur RT, RW, Fatayat, hingga PKK.

Menurut Mas Rega, tingginya partisipasi menunjukkan Karang Taruna masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Ia berharap forum ini dapat menjadi ruang inspirasi dan bimbingan bagi kader muda agar siap berada di garda terdepan dalam menghadapi berbagai isu sosial di Kota Semarang.

Dalam sesi pemaparan, Hendrar Prihadi atau Hendi membagikan pengalaman awalnya berorganisasi sebagai Ketua Karang Taruna tingkat RT pada 1988. Ia mendorong peserta untuk tetap percaya diri dan tidak meremehkan peran dari lingkungan terkecil.

“Jangan pernah kecil hati. Dari RT bisa jadi wali kota, bahkan bisa jadi gubernur atau presiden,” ujar Hendi yang disambut tepuk tangan peserta.

Hendi juga menekankan pentingnya idealisme dan integritas di kalangan anak muda. Ia mengingatkan agar energi besar generasi muda diimbangi kemampuan mengendalikan emosi dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak masa depan, seperti narkoba maupun tawuran.

Menurutnya, Karang Taruna memiliki posisi strategis dalam memperkuat jejaring sosial di masyarakat karena merupakan organisasi yang telah lama berdiri dan memiliki jaringan hingga tingkat RT dan RW. Ia meminta jaringan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan manfaat, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, Krisseptiana Hendrar Prihadi atau Tia Hendi mengapresiasi semangat para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna. Ia menilai peran mereka penting dalam membantu menangani persoalan sosial, termasuk saat membantu korban kebakaran.

“Karang Taruna luar biasa, mereka bahkan ikut membantu korban kebakaran. Ini bukti bahwa rasa empati dan gotong royong masih hidup di hati generasi muda,” ujarnya.

Tia mengingatkan agar Karang Taruna terus aktif dalam kegiatan sosial yang dapat menumbuhkan simpati, empati, dan rasa percaya diri. Acara berlangsung hangat dan ditutup dengan pembagian doorprize berupa sepeda, kulkas, dan mesin cuci. Di akhir sesi, Hendi memimpin pekik “Karang Taruna!” yang dijawab serempak oleh peserta, “Jayaa!”

Forum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan peran Karang Taruna Kota Semarang untuk menjaga semangat kepemudaan dan mendorong kepedulian sosial di masyarakat.